Equity world – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, bahwa pihaknya telah kedatangan tamu (Perusahaan). Maksud dan tujuan dari perusahaan berkunjung ke Gedung BEI hari ini adalah, melakukan mini expose dalam rangka melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO).

“Iya ada perusahaan pelayaran yang ingin melangsungkan IPO. Hari ini perusahaan itu melakukan pemaparan atau melakukan mini expose,” kata Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia, Samsul Hidayat, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Samsul menyebutkan, bahwa perusahaan yang akan menggalang dana melalui IPO itu bernama PT Pelayaran Tamarin Samudera. Perusahaan ini bergerak dibidang penyewan kapal penunjang dan lepas pantai.

“Pelayaran Tamarin Samudera akan melepas 20% dari ekuitas melalui penawaran saham perdana,” terang Samsul.

Ia menjelaskan, dari propektus yang berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Oktober 2016 tertera nilai ekuitas perusahaan maritim tersebut senilai Rp 251 miliar.

“Nanti mereka dapat mengalang dana berapa kali book value-nya,” tuturnya.

Sebagai informasi saja, calon emiten pelayaran tersebut memiliki 7 armada terdiri dari dua tongkang bongkar muat, dua anchor handling tug supply, satu platform supply vessel dan tiga multi purpose tug boat. Jika menilik laman resmi perusahaan tersebut, terdapat empat perusahaan minyak dan gas (Migas ) selaku pengguna jasa yakni Total, BP, Cnooc dan Eni.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan hingga saat ini telah ada sekitar 7 calon emiten baru yang telah melakukan mini expose.

“Sampai saat ini memang belum ada 1 perusahaan baru melantai di Bursa, tapi yang telah melaksanakan mini expose itu ada sekitar tujuh perusahaan,” kata Direktur Penilaian BEI, Samsul Hidayat, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat ini, kata Samsul, beberapa perusahaan (calon emiten) masih mengurus segala persyaratannya baik di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun di BEI guna melangsungkan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). “Mereka (calon emiten) masih menanti pernyataan pre efek dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK ),” tutur Samsul.

Sedangkan ke-7 perusahaan yang berencana melantai di Bursa, Samsul merincikan, ada PT Bintraco Dharma yang berencana melepas 150 miliar saham, PT Nusantara Pelabuhan Handal dengan pelepasan 576 miliar saham. Selain itu, ada juga PT Sariguna Primatirta dengan melepas 500 miliar saham, PT Terragera Asia Energy, PT Sanur Hasta Mitra melepas 262 miiar lembar saham, PT Cahaya Sakti Investindo berencana melepas 207 miliar lembar saham dan PT Pelayaran Tamarin Samudera. (sumber: investing.com)
Equity world