Equityworld_MedanEquityworld Futures Medan : Pesanan mesin Jepang bulan November naik tipis terkait tanda-tanda bahwa belanja modal yang dianggap sebagai pilar pertumbuhan ekonomi yang oleh Perdana Menteri Shinzo Abe masih berjuang untuk momentum kenaikan pasca kenaikan pajak penjualan April tahun lalu telah menjatuhkan perekonomian kedalam resesi.

Pesanan mesin naik tipis darai yang diperkirakan sebelumnya sebesar 1.3% dari Oktober, menurut rilis data dari pemerintah hari ini. Survey oleh para ekonom dari The Wall Street Journal dan Nikkei sebelumnya telah memperkirakan bahwa pesanan inti akan naik 5.1%.

Pemerintah merevisi turun dari perkiraannya terkait indicator tersebut mengikuti hasil rilis data yang sedikit membaik.

Angka dari data tersebut dipandang secara luas sebagai indicator pemicu belanja modal, akan tetapi dikenal juga akan volatilitasnya. Pesanan bulan Mei turun 20% terkait kenaikan pajak penjualan bulan April tahun lalu dari 5% menjadi 8%.

Kenaikan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan dari penurunan bulan lalu akan menjadi tanda bahwa investasi bisnis masih memiliki cara lain untuk melaju sebelum mengalami pemulihan.

Sementara pemerintah menyatakan ada tanda-tanda stagnan yang temporer pada laju pemulihan yang berangsur-angsur.

Rilis data tersebut setelah pemerintah pada Senin lalu menurunkan perkiraan ekonominya pada tahun fiskal saat ini menjadi kontraksi 0.5% dari kenaikan 1.2%, akan tetapi menaikkan perkiraannya untuk tahun fiskal kedepan dari pertumbuhan sebesar 1.4% menjadi 1.5%. Pergerakan tersebut merupakan sinyal pemerintah yang mengharapkan upaya Abe saat ini guna menopang perekonomian jangka panjang setelah perekonomian menujukkan performa buruk pada tahun fiskal 2014 lalu.

Kantor Kabinet menyatakan belanja modal juga akan naik 5.3% di tahun fiskal 2015 ini.

Bulan lalu Abe telah menyepakati paket stimulus sebesar $29 miliar dengan harapan belanja konsumen dan aktifitas bisnis naik.

Anjloknya harga minyak, yang telah mempersulit upaya Abe untuk meredam deflasi, akan tetapi dapat mendorong perekonomian yang sangat bergantung terhadap impor minyak.

Abe berharap turunnya harga impor minyak dapat menaikkan laba perusahaan dan memberikan perusahaan lebih kelonggaran untuk memperhatikan seruannya akan kenaikan upah dan belanja modal. (bgs)

Sumber : Bloomberg