polisi-hong-kongRatusan polisi mulai membubarkan demonstran dari pusat distrik bisnis Hong Kong pada Rabu pagi saat mereka mencoba menggelar aksi untuk menuntut demokrasi yang lebih besar.

Barisan pro-demokrasi, yang penyelenggaranya katakana telah mengajak lebih dari 510 ribu orang, dan aksi  berikutnya dilakukan oleh kelompok-kelompok mahasiswa, bisa menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan Partai Komunis China dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Polisi mengepung demonstran saat beraksi di Chater Road, dekat dengan gedung DPRD kota, memperingatkan bahwa aksi mereka “tanpa izin” dan polisi akan menggunakan kekuatan untuk membubarkan mereka jika perlu.

Salah satu petugas polisi memberikan peringatan kepada para aktivis selama 10 menit untuk mengevakuasi kawasan tersebut, mengatakan bahwa kegagalan dalam melakukan hal ini dapat membuat mereka bertanggung jawab untuk dilakukan penangkapan dan tuntutan.

Polisi bergerak cepat dan mulai membawa orang-orang menjauh. Banyak pengunjuk rasa menggunakan senjata dalam upaya untuk melawan upaya pembubaran oleh polisi, tetapi mereka dibawa pergi satu per satu, sebagian aktivis ditendang, menjerit dan ditinju, sebelum akhirnya dibawa pergi, Beberapa bangunan yang ada di daerah tersebut, termasuk kantor pusat HSBC.

Para demonstran menuntut demokrasi yang lebih besar untuk pemimpin, atau chief executive kota itu pada tahun 2017. Mereka menginginkan penyelenggaraan yang terbuka untuk semua orang. Saat ini, pemimpin China ingin memastikan hanya kandidat pro-Beijing yang berhak melaju.

Chief Executive Hong Kong, Leung Chun-ying mengatakan pemerintahnya akan melakukan yang ‘terbaik’ untuk bergerak ke arah hak pilih universal dan menekankan perlunya stabilitas setelah hampir 800 ribu orang memilih demokrasi penuh dalam referendum tidak resmi bulan lalu. (vck)

Sumber: Reuters