Equityworld_MedanPound melemah ke level terendahnya sejak November lalu pasca jajak pendapat yang menunjukkan kampanye kemerdekaan Skotlandia ke depan untuk pertama kalinya. Saham Jepang naik karena para investor menimbang rilis data ekonomi, sementara emas turun.

Mata uang Inggris turun sebesar 0,6 persen ke level $1,6224 pukul 9:17 pagi di Tokyo, memperpanjang penurunan pekan lalu menjadi 1,6 persen. Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,2 persen, sedangkan Indeks MSCI Asia Pacific mendatar, bursa saham China dan Korea Selatan ditutup untuk liburan. Indeks Standard & Poor 500 berjangka turun sebesar 0,1 persen pasca indeks saham AS naik untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir padajumat lalu. Emas turun sebesar 0,2 persen menjadi 1,4 persen memperpanjang penurunannya pekan lalu. Gandum naik.

Ekonomi Jepang menyusut lebih dari perkiraan awal pada kuartal lalu, rilis data hari ini akan menunjukkan data perdagangan China. Pelemahan data payrolls pekan lalu meredam spekulasi Federal Reserve yang akan meningkatkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, sementara pejabat otoritas The Fed Charles Plosser mengisyaratkan kekhawatiran untuk menjaga tingkat suku bunga ultra rendah pada akhir pekan ini. Kurang dari dua pekan sebelum referendum, persentase pemilih yang mendukung Skotlandia berpisah dari Inggris naik menjadi 51 persen, menurut jajak pendapat YouGov Plc untuk Sunday Times.

Pound tergelincir terbesar sejak Juli 2013 pekan lalu, dengan indeks harga futures berayun naik pasca jajak pendapat yang dilakukan oleh YouGov sebelumnya menunjukkan yang tidak setuju adanya kampanye kemerdekaan memimpin.  (izr)

Sumber: Bloomberg