Equityworld_MedanEuro melemah ke level terendahnya dalam hampir setahun terakhir terhadap dollar akibat para ekonom memprediksi rilis data besok yang diperkirakan  akan menunjukkan kepercayaan ekonomi regional turun, mendorong spekulasi bahwa ECB (European Central Bank) akan menambah stimulus moneter.

Euro menahan penurunan selama 3 hari terakhir terhadap yen menjelang rilis data besok yang diperkirakan oleh para analis akan menunjukkan inflasi Jerman stagnan. Pada pidato tanggal 22 Agustus lalu Presiden ECB Mario Draghi menyatakan bahwa inflasi dipekirakan akan turun, menjelang pemerintah menetapkan kebijakan. Sementara indeks dollar terhadap 10 mata uang lainnya mendekati level 6 bulan tertingginya setelah kenaikan yang mengejutkan pada sentimen konsumen AS.

Euro melemah sebesar 0.1% ke level $1.3154 pukul 9:29 pagi waktu Tokyo, setelah sebelumnya menyentuh level $1.3153, sebuah level yang tak terlihat sejak 6 September tahun lalu. Kemarin Euro dibeli pada level 137.02 yen dari 137.03, melengkapi penurunan tiga hari sebesar 0.7%. Kemarin dollar diperdagangkan pada level 104.15 yen dari level 104.06, mencatat kenaikan selama 7 hari terakhir, bentangan gain terlama sejak Juli lalu.

Survei para ekonom oleh Bloomberg News memprediksi bahwa European Commission besok akan menyatakan bahwa indeks eksekutif dan sentiment konsumen bulan ini turun ke level terendahnya sejak Februari lalu. Angka pembacaan awal inflasi Jerman Agustus lalu yang akan dirilis pada hari yang sama diperkirakan stagnan dari bulan sebelumnya. (bgs)

Sumber : Bloomberg