Equityworld Futures – Gempa berkekuatan 6,6 richter melanda Tottori prefektur di Jepang barat, menyebabkan listrik padam, penghentian kereta dan beberapa orang terluka akibat guncangan terkuat di negara tersebut dalam enam bulan terakhir.

Tidak ada yang dilaporkan meninggal setelah gempa, yang terjadi di kedalaman 10 kilometer (6,2 mil) pukul 02:07 sore waktu setempat, menyebabkan guncangan di bawah 6 pada skala 7-titik Jepang di prefektur yang paling sedikit penduduknya, menurut Badan Meteorologi Jepang. Guncangan tersebut sangat dirasakan sampai kota terjauh seperti di Kyoto dan pusat industri Osaka. Badan Penanggulangan Bencana dan Api melaporkan tujuh orang terluka, menurut pernyataan pada pukul 05:30 sore.

Kereta cepat yang melayani bagian barat Jepang, yang dioperasikan oleh Central Japan Railway Co. dan Western Japan Railway Co. dihentikan setelah gempa. Perdana Menteri Shinzo Abe membentuk tim respon. Gempa susulan terus dirasakan di daerah tersebut. Tidak ada ancaman tsunami, kata badan meteorologi.

Dekat Dengan Reaktor Nuklir

Pada bulan April lalu, lebih dari 100 orang tewas setelah dua gempa bumi terbesar – getaran awal yang lemah, dan menguat satu hari kemudian – melanda Kyushu, pulau paling selatan Jepang yang rawan gempa.

Gempa pada hari Jumat menyebabkan pemadaman listrik, dengan 36.200 rumah tanpa listrik pada pukul 02:30 sore, kata Chugoku Electric Power Co. Listrik telah kembali menyala di semua daerah.

Perusahaan listrik juga menegaskan tidak ada kelainan di pembangkit listrik tenaga nuklir Shimane idled, sekitar 80 kilometer dari pusat gempa. Kansai Electric Power Co. mengatakan tidak ada dampak pada reaktor, sementara Shikoku Electric Power Co. mengatakan reaktor Ikata No. 3 di Prefektur Ehime beroperasi secara normal.

Japan Display Inc., yang mengoperasikan pabriknya di Tottori, tidak ditemukan kerusakan atau cedera, kata juru bicara Hirokazu Miyabayashi. Sementara Aeon Co., operator jaringan supermarket terbesar di Jepang, mendirikan unit di kantor pusat untuk menyelidiki situasi dan mengumpulkan informasi, kata juru bicara Satoshi Otsuka.

Saham-saham melemah dan yen menguat ke 103,75 per dolar setelah gempa. Indeks Topix acuan ditutup 0,4 persen lebih rendah.

Sumber: Bloomberg