Equityworld Futures Medan – Setidaknya 76 orang tewas ketika sebuah pesawat yang membawa anggota tim sepak bola asal Brasil jatuh pada Senin malam di luar kota Medellin, Kolombia. Komandan polisi Columbia Brigadir Jenderal Jose Gerardo Acevedo mengatakan lima dari 81 orang yang menaiki pesawat carteran itu selamat. Pesawat, yang dimiliki oleh Lamia maskapai Venezuela kecil, berangkat ke Bolivia untuk bermain di final turnamen Copa Sudamericana di saat jatuh. Upaya penyelamatan terhambat oleh kesulitan dalam mencapai lokasi kecelakaan dan jarak pandang yang rendah di sekitar lokasi kecelakaan. Presiden Brasil Michael Temer mengatakan pihak berwenang memobilisasi untuk membantu tim dan keluarga korban. Temer mengatakan “pemerintah akan melakukan segala kemungkinan untuk mengurangi rasa sakit” dari anggota keluarga para pemain dan wartawan yang tewas dalam kecelakaan itu. Kepala badan penerbangan sipil Columbia, Alfredo Bocanegra, mengatakan pihak berwenang tidak bisa mengesampingkan kemungkinan pesawat kehabisan bahan bakar sebelum jatuh tetapi fokus utama dalam penyelidikan yakni kemungkinan kegagalan listrik. “Tentunya dalam berbagai macam penyelidikan kita tidak bisa membuang penyebab lain. Kesaksian dari korban akan berharga sebagai faktor-faktor lainnya.” Kecelakaan itu telah mendorong federasi sepak bola Amerika Selatan untuk membatalkan semua kegiatan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Presiden federasi telah berangkat ke Medellin. Walikota kota Chapeco di Brasil selatan, yang merupakan rumah dari tim sepak bola naas ini, mengatakan ia dan pihak official lainnya ketinggalan pesawat yang jatuh ini. Mereka, sebaliknya, memutuskan untuk mengambil penerbangan komersial. Sebuah video yang dipublikasikan di laman Facebook tim menunjukkan tim mempersiapkan untuk penerbangan awal Senin di Bandara Internasional Guarulhos di Sao Paulo. Tidak jelas apakah tim melakukan pergantian pesawat di Bolivia atau hanya sempat transit dengan pesawat yang sama. Tim, dari kota kecil Chapeco, berada di tengah-tengah musim yang seperti dongen. Tim ini bergabung divisi pertama Brasil pada tahun 2014 untuk pertama kalinya sejak tahun 1970-an dan berhasil maju ke babak final Copa Sudamericana pekan lalu “ yang setara dengan turnamen UEFA Liga Europa – setelah mengalahkan dua tim besar Argentina, San Lorenzo dan Independiente, serta Kolombia Junior. “Pagi ini saya mengucapkan selamat tinggal kepada mereka dan mereka mengatakan mereka akan memimpikan itu, dan akan mengubah mimpi itu menjadi kenyataan,” kata anggota dewan Chapecoense TV Globo. “Mimpi itu pupus lebih awal pagi ini”. Tim ini merupakan klub kecildengan kapasitas stadion kandang sebesar 22.000 kursi. Hal itu dianggap oleh penyelenggara turnamen terlalu kecil untuk bisa menggelaratau menjadi tuan rumah untuk pertandingan final sehingga membuat klub ini harus pindah ke stadion lainnyadengan jarak 480 kilometer ke utara di kota Curitiba. (sdm) Sumber: voanews

Equityworld Futures