Equityworld_MedanNilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai bergerak di bawah Rp12.200 per USD. Meski demikian, Rupiah hanya mampu bergerak dalam kisaran sempit.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (14/10/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguaat 6 poin ke Rp12.195 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp12.195-Rp12.212 per USD.

Dolar AS sedikit melemah, setelah International Monetery Fund (IMF) pekan lalu menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi global pada 2015 menjadi 3,8 persen, dibandingkan dengan Juli sebesar 4 persen, setelah ekspansi 3,3 persen tahun ini. Ekonomi Eropa diperkirakan naik 1,3 persen tahun depan, turun dari angka yang diperkirakan pada Juli sebesar 1,5 persen.

Sebagian besar ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga pertama the Fed akan terjadi pada Rapat Pasar Terbuka Federal (FMOC). Ketua the Fed Janet Yellen dijadwalkan untuk berbicara pada pertemuan Maret, Juni, September dan Desember 2015. The Fed rate dipatok 0-0,25 persen sejak Desember 2008.

Meski demikian, pada pertemuan kebijakan September, the Fed menyoroti kekhawatiran atas risiko yang ditimbulkan terhadap perekonomian mereka dengan memburuknya ekspansi di luar negeri dan dolar yang lebih kuat, yang bisa menekan ekspor dan meningkatkan inflasi.

(mrt)