Rupiah, Bisa Cetak Hat-trick dan ke Rp 15.000/US$ Pekan Ini?

Rupiah, Bisa Cetak Hat-trick dan ke Rp 15.000/US$ Pekan Ini?PT Equityworld Futures Medan-Nilai tukar rupiah membukukan penguatan 2 pekan beruntun melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu. Total selama periode tersebut rupiah membukukan penguatan 6,1%.

Jika kinerja apik tersebut berlanjut pekan ini, maka rupiah akan mencetak hat-trick alias menguat 3 pekan beruntun melawan dolar AS. Meski cukup banyak tantangan, tetapi peluang tersebut terbuka cukup lebar.

Hasil survei 2 mingguan yang dirilis Reuters pada Kamis (16/4/2020) menunjukkan pelaku pasar mulai kembali “mencintai” rupiah. Hal tersebut tercermin dari menurunnya posisi jual (short) rupiah dari analis yang disurvei Reuters.

Penguatan rupiah juga didukung dengan membaiknya sentimen pelaku pasar pada pekan lalu, setelah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) mulai melambat di Eropa, dan beberapa negara sudah mulai melonggarkan kebijakan karantina wilayah (lockdown). AS juga mengalami pelambatan penyebaran, dan Presiden AS Donald Trump mulai mempertimbangkan melonggarkan lockdown.

Selain itu, adanya kabar Gilead Science Inc, raksasa farmasi di AS, yang memiliki obat yang efektif melawan virus corona semakin membuat sentimen pelaku pasar membaik.

CNBC International mengutip media STAT melaporkan rumah sakit di Chicago merawat pasien COVID-19 yang parah dengan obat antivirus remdesivir yang dalam uji coba klinis dan diawasi ketat. Hasilnya, pasien tersebut menunjukkan pemulihan yang cepat dari demam dan gangguan pernapasan.

Perkembangan pandemi Covid-19, serta obat maupun vaksinnya akan menjadi perhatian utama di pekan ini, dan akan menentukan apakah rupiah mampu membuat hattrick melawan dolar AS atau tidak.

Ketika sentimen pelaku pasar membaik, rupiah akan menjadi “mengerikan” bagi dolar AS. Sebaliknya, ketika sentimen memburuk, rupiah akan terpuruk.

Selama tidak ada lonjakan kasus yang signifikan, baik di luar maupun dalam negeri, peluang rupiah kembali menguat bahkan mencapai level Rp 15.000/US$ di pekan ini masih terbuka.

Melihat grafik mingguan, peluang rupiah (yang disimbolkan USD/IDR) menguat di pekan ini terbuka cukup besar melihat indikator stochastic yang baru turun dari wilayah jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas level 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun. Dalam hal ini, USD/IDR berpeluang turun, yang artinya dolar AS berpeluang melemah setelah stochastic mencapai overbought.

Support (tahanan bawah) terdekat pada grafik mingguan berada di Rp 15.200/US$. Jika level tersebut mampu ditembus, rupiah berpeluang menguat ke Rp 15.000/US$.

Resisten terdekat berada di Rp 15.700/US$, selama tertahan di bawah level tersebut, ke depannya peluang penguatan rupiah masih terjaga.

Meski demikian, jika melihat grafik harian, stochastic justru sudah berada di wilayah jenuh jual (oversold). Dengan demikian ruang penguatan rupiah untuk hari ini cukup terbatas, bahkan berisiko terkoreksi alias melemah.

Dengan kata lain, rupiah hari ini berisiko melemah, tetapi sepanjang pekan ini peluang penguatan masih terbuka cukup besar.

Rupiah, Bisa Cetak Hattrick dan ke Rp 15.000/US$ Pekan Ini?Grafik: Rupiah (USD/IDR) Harian

Target penguatan rupiah pada analisis teknikal Jumat (17/4/2020) pekan lalu berhasil dicapai, bahkan terlewati cukup jauh sebelum rupiah berakhir di Rp 15.400/US$. Level tersebut merupakan support, dan selama tertahan di atasnya, rupiah berisiko melemah ke Rp 15.500 sampai 15.550/US$. Jika level tersebut dilewati, tekanan bagi rupiah akan semakin besar menuju Rp 15.620/US$.

Sementara jika berhasil menembus konsisten di bawah Rp 15.400/US$, rupiah berpeluang menguat ke Rp 15.340/US$ (level terkuat Jumat lalu). Penembusan di bawah level tersebut akan membuka peluang ke Rp 15.265/US$.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan