Rupiah Boleh Menguat Hari Ini, Besok?

Dollar-Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot. Namun jangan lengah, karena penguatan hari ini mungkin hanya oase kecil di tengah gurun pasir yang luas dan belum terlihat di mana ujungnya.

Pada Selasa (30/6/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.150 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,14% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan depresiasi 0,14% di hadapan dolar AS. Pelemahan tersebut membuat rupiah terdepresiasi selama tiga hari perdagangan beruntun terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Selama tiga hari itu, pelemahan rupiah adalah 0,64%.

Oleh karena itu, rupiah punya ruang untuk mencatatkan technical rebound. Rupiah yang sudah ‘murah’ kembali menarik di mata investor sehingga mata uang Ibu Pertiwi seksi lagi.

Sepertinya ini pula yang terjadi di pasar saham New York. Dini hari tadi, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 2,32%, S&P 500 terdongrak 1,47%, dan Nasdaq Composite melesat 1,2%.

Mirip-mirip dengan rupiah, Wall Street juga sudah terkoreksi parah akhir-akhir ini. DJIA, misalnya, walau hari ini menguat tajam tetapi dalam sepekan terakhir masih terkoreksi 2,14% secara point-to-point. Bisa dibayangkan betapa dalamnya pelemahan DJIA sehingga lonjakan di atas 2% belum bisa menalangi.

Penguatan di pasar keuangan global hari ini sepertinya adalah pelipur lara belaka. Ke depan, sangat mungkin pasar akan kembali mengalami koreksi dalam karena satu masalah besar belum selesai: pandemi virus corona (Coronavirus Disease-19/Covid-19).

Di sejumlah negara, kasus corona bertambah cukup pesat. Di Inggris, misalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien positif corona per 29 Juni adalah 311.155 orang. Bertambah 901 orang (0,29%) dibandingkan posisi sehari sebelumnya.

Peningkatan jumlah kasus membuat Kota Leicester kembali mengetatkan pembatasan sosial (social distancing) yang sempat dilonggarkan. Sir Peter Soulsby, Wali Kota Leicester, memutuskan untuk menutup lagi restoran dan pub.

“Kota Leicester masih akan tertutup setidaknya sampai dua pekan ke depan, lebih lama dibandingkan daerah-daerah lain. Sepertinya kami masih akan menerapkan pembatasan setelah 4 Juli,” kata Soulsby, seperti dikutip dari BBC.

Saat ini, terdapat 2.987 pasien positif corona di kota yang menaungi klub juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016 tersebut. Sebanyak 866 kasus atau sekira 29% terjadi dalam dua pekan sebelum 23 Juni.

Kondisi di Inggris juga terjadi di negara-negara lain seperti AS dan Jerman. Sejumlah daerah kembali menutup keran aktivitas masyarakat akibat lonjakan kasus corona.

Apa yang sangat dikhawatirkan oleh seluruh dunia lambat laun menjadi kenyataan: gelombang serangan kedua (second wave outbreak). Ini membuat proses pemulihan ekonomi menjadi buram, semakin tidak jelas.

Oleh karena itu, sangat wajar Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi ekonomi 2020 dari awalnya -3% menjadi -4,9%. Sebab, dampak dari pandemi virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini ternyata lebih parah dari perkiraan sebelumnya.

Ke depan, situasi masih penuh ketidakpastian sehingga pasar keuangan dunia tetap akan diwarnai guncangan. Hari ini boleh saja ada penguatan, tetapi besok siapa yang tahu?

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan