Rupiah Menguat, Bagaimana dengan yang Bergaji Dolar AS?

Equity World Medan – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami penguatan. Hal ini karena mulai meredanya tekanan dolar AS terhadap rupiah. Sore kemarin nilai dolar AS tercatat Rp 14.575.

Naik turunnya nilai dolar AS terhadap rupiah, tentu memberi pengaruh bagi mereka yang gajinya dalam bentuk dolar AS. Lantas bagaimana cara mensiasati dampak naik turunya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah bagi mereka yang bergaji dolar AS?

Atur Pengeluaran
Perencana keuangan dari Finansial Consulting, Eko Indarto menjelaskan, cara terbaik untuk mengatasi hal ini yaitu dengan tidak meningkatkan nilai konsumsi. Meskipun masyarakat yang digaji dengan dolar AS saat ini tengah mengalami penurunan gaji karena dolar melemah terhadap rupiah, baiknya konsumsi yang dilakukan tidak lebih dari 50% dari pendapatan.

“Konsumsi itu kan baiknya tidak boleh lebih dari 50% pendapatan. Jadi kalaupun naik turun itu di nilai investasinya,” jelas dia kepada detikFinance, Rabu (7/11/2018).

Ia menjelaskan, jangan terfokus pada pendapatan yang diterima karena dari awal kesepakatan untuk menerima gaji tentunya karyawan audah mengerti soal dampak dari fluktuasi mata uang asing terhadap nilai rupiah. Eko menjelaskan, para penerima gaji dengan dolar AS harus fokus untuk menjaga pengeluarannya.

“Jadi pengeluarannya dikelola. Kalau yang gajinya dibayar sama dolar ya pasti terpengaruh. Tapi karena pengeluaran konsumsi itu bersifat pasti, harusnya sih nggak ada pengeluaran lebih mungkin yang berubah itu dana investasinya akan berkurang. Karena konsumsi tidak boleh lebih dari 50% gaji maka dari itu yang akan terdampak dari ini adalah nilai investasinya,” jelas dia.

Beli produk investasi saat dolar AS tinggi
Sementara itu ada pula tips mengelola keuangan bagi para penerima gaji dolar dari Chief Economist Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih.

Caranya, kata dia, adalah dengan menginvestasikan uang mereka ketika nikai tukar dolar sedang tinggi. Manfaatnya, dana hasil investasi bisa digunakan sebagai pengganti berkurangnya pendapatan ketika nilai dolar AS sedang rendah.

“Saya kira dengan adanya kenaikan yang kemarin itu, karena kenaikan dolarnya tinggi. Itu sebenarnya mereka sudah menabung banyak ya. Kalau mereka sekarang mengalami penurunan juga sekarang belum terlalu besar ya dibandingkan dulu naiknya. Seharusnya setelah itu mereka bisa membeli haging pada gaji mereka. Atau paling nggak mereka harus cari investasi yang bisa dijadikan pengganti yang bisa mengganti kekurangan dari pelemahan dolar AS,” jelas dia.

Beragam bentuk produk investasi bisa digunakan. Ia mencontohkan, di Amerika Serikat cara para pekerja untuk menjaga nilai tukar penghasilannya adalah dengan membeli emas.

“Kalau di Amerika mereka haging atas dolar itu emas, kalau di Amerika. tapi apakah itu berlaku di sini. Misalnya kalau dia depresiasi sampai 5% dia harus cari aset untuk mengganti dari dolar yang turun tadi. Misalnya dia investasi di produk keuangan non dolar yang bisa memberikan imbal balik setara dengan depresiasi dolar AS misalnya emas,” papar dia. (dna/dna)

Sumber : detik.com

PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan