Equityworld_MedanNilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan di level psikologis Rp12.000 per USD. Rupiah pun sudah sulit bergerak di bawah Rp12.000 per USD.

Head of Research KSK Financial Group, David Cornelis, mengatakan hal ini lantaran dolar AS yang sedang menunjukkan keperkasaannya. Menurutnya, pelemahan bukan saja terhadap mata uang kuat dunia, kurs di negara berkembang juga terkena imbasnya.

“Rupiah di level Rp12.000 per USD adalah nilai fundamental mata uang Indonesia saat ini, akan berat untuk menguat ke level target pemerintah di level Rp11.700 per USD dalam jangka pendek. Rp12.386 sebagai level tahanannya ketika Rupiah melemah,” jelas dia dalam riset hariannya, Senin (13/10/2014).

Dia melanjutkan, dengan bergerak ke level Rp 12.282 saat ini, Rupiah sudah balik ke posisi Desember 2013 lalu. “Waspadai pelemahan Rupiah lanjutan, penembusan berikutnya akan mengantar Rupiah kembali ke level Rp 12.550,” tukas dia.

Sekadar informasi, menjelang sisa akhir waktu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa, pasar modal sudah didahului oleh delapan hari penjualan asing sebesar Rp 4 triliun. Saat ini Rupiah telah melorot 1,3 persen.
(mrt)