Rupiah Terjun 10%

Equity World Medan – Hasil rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) relatif lebih stabil dibandingkan dengan mata uang negara berkembang lainnya.

Tim KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Kepala LPS Fauzi Ichsan.

Hasil rapat koordinasi tin KSSK, menyatakan sistem keuangan nasional dalam kondiai yan aman, begitu pun pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah masih stabil namun jika dihitung dari awal tahun hingga kuartal III-2018 telah anjlok cukup dalam.

Berikut laporan selengkapnya:
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan negara berkembang yang dimaksud adalah India, Brasil, Turki, hingga Rusia.

“Perkembangan rupiah ada tekanan dari sisi global, tapi itu relatif stabil dalam batas normal, dilihat year to date (ytd) sekitar 10% itu lebih rendah dibanding negara sebanding seperti India, Brasil, Turki, dengan Rusia,” kata Perry di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Perry menuturkan nilai tukar rupiah yang stabil dikarenakan fokus Bank Indonesia yang memastikan likuiditas di pasar keuangan maupun sektor keuangan. Adapula dilakukan dengan melakukan kerja sama internasional.

Perry menjelaskan, stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga sebagai langah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan (CAD).

“Tentu saja BI akan memprioritaskan kebijakan menjaga stabilitas nilai tukar dengan pemerintah menempuh langkah menurunkan CAD,” papar dia.
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini menunjukkan pelemahan. Dikutip dari data perdagangan Reuters, Kamis (1/11/2018), dolar AS pagi ini melemah ke posisi Rp 15.179 atau turun sekitar 0,08% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Dolar AS terpantau menunjukkan gejala pelemahan dalam lima hari terakhir. Dolar AS hari ini bergerak dari level Rp 15.179 hingga Rp 15.200.

Sementara harga jual kurs dolar AS di sejumlah bank nasional pagi ini terpantau masih di atas Rp 15.200. Bank BTN menjual dolar AS dengan harga tertinggi, yakni sebesar RP 15.308. Sedangkan Bank yang membeli dolar AS dengan harga tertinggi adalah Bank BRI Rp 15.175.

Adapun nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dipatok Rp 15.000/US$. Angka ini lebih tinggi dibandingkan asumsi semula sebesar Rp 14.500.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pelaksanaan Non-Deliverable Forwards (NDF) di dalam negeri, atau yang sering disebut Domestic NDF (DNDF), berhasil menjadi pasar acuan baru.

“DNDF alhamdulillah bagus. Yang paling saya senang supply demand antara bank berjalan. Kedua, pembentukan nilai tukar bagus ternyata memang rate NDF itu yang offshore malah ikutin sehingga spread kurs menyempit,” kata Perry saat Konfrensi Pers KSSK di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Implementasi DNDF, kata Perry juga telah membuat nilai tukar rupiah mengarah lebih menguat.

“Jadi ada konvergensi juga antara kurs DNDF dengan spot yang mengarah lebih menguat,” jelas dia.

NDF sendiri merupakan sebuah instrumen memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu juga.

Perry mengungkapkan, pada awal implementasinya sudah ada 30 bank yang komitmen dengan dibukanya DNDF.

Sumber : detik.com
PT. Equityworld Medan
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2018
Loker EWF Medan