Equityworld_MedanSaham menguat pada hari Rabu, karena China melakukan kebijakan stimulus guna merangsang perekonomian dan jelang pengumuman hasil pertemuan Federal Reserve AS.

Indeks Hang Seng naik 1,1% pada laporan bahwa bank sentral China mengucurkan dana $ 81 miliar untuk mengatasi perlambatan ekonomi di tengah lesunya investasi asing langsung dan output industri pada bulan Agustus.

Indeks KOSPI Korea naik 0,7%, indeks Taiex naik 1,1%, indeks Sensex naik 0,5%, indeks Nikkei naik 0,2%, indeks kompsit Shanghai turun 0,2% dan indeks S & P / ASX 200 turun 0,4%.

Semalam, saham AS melonjak pada berita China akan mendorong perekonomian serta sentimen bahwa Federal Reserve akan merilis pernyataan kebijakan yang lebih dovish dari yang diperkirakan pada hari Rabu.

Indeks Dow naik 0,59% 30, indeks S & P 500 naik 0,75%, sementara indeks NASDAQ Composite naik 0,75%.

The Fed akan mengumumkan pernyataan kebijakan moneter terbaru pada Rabu ini, dan diperkirakan bank sentral AS akan memangkas program pembelian obligasi bulanan menjadi $ 15 miliar dari $ 25 miliar.
Investor juga berharap dapat mengetahui kapan suku bunga AS akan naik.

Reporter Wall Street Journal Jon Hilsenrath mengatakan dalam sebuah webcast bahwa Fed akan mengatakan suku bunga akan tetap rendah untuk “waktu yang cukup,” bank sering menggunakan ungkapan tersebut, dan sebaliknya lebih fokus pada kata-kata penutupan program pembelian obligasi.

Opini Hilsenrath ini mendapat dukungan, karena investor mengambil kesimpulan bahwa Fed akan mencoba menghindari reaksi pasar yang berlebihan dengan membahas akhir program stimulus bersama panduan perubahan lanjutan, akan diputuskan pertemuan kebijakan mendatang.

Data resmi menunjukkan bahwa inflasi harga produsen AS datar bulan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 0,1% setelah naik 0,1% pada bulan Juli.

Inti PPI, yang tidak termasuk makanan, energi, dan perdagangan naik 0,1% pada bulan Agustus, sesuai dengan harapan, setelah meningkat 0,2% pada bulan Juli.

Bank Sentral China dilaporkan memberikan bantuan likuiditas sebesar CNY 500 miliar pada lima bank terbesar di negara itu untuk merangsang ekonomi yang mengirim investor berduyun-duyun ke saham.

Perusahaan-perusahaan energi melihat meningkatnya permintaan dapat membantu kenaikan harga minyak.

Sekretaris Jenderal OPEC Abdallah El-Badri mengatakan sebelumnya akan memangkas produksi untuk menekan harga minyak mentah yang merosot, yang memicu rally di pasar energi, total produksi akan dipangkas menjadi 29,5 juta barel per hari dari 30 juta barel per hari, akan diputuskan pada pertemuan OPEC bulan November.

Laporan dari El Sharara bahwa produksi minyak Libya berkurang setelah roket menghantam daerah dekat kilang memicu rally juga dengan memicu kekhawatiran akan terjadi gangguan pasokan.

Harga minyak telah merosot dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa pasokan global masih cukup sementara permintaan masih lemah.