Equityworld Futures Medan : Saham-saham China kembali jatuh pada perdagangan pagi ini untuk kerugian yang kedua, mencatat kerugian tajam dua hari sejak Februari karena kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi yang akan menggerogoti laba usaha setelah perusahaan dari Anhui Conch Cement Co hingga Yanzhou Coal Mining Co melaporkan penurunan laba.
Anhui Conch, produsen semen terbesar, turun 2,3 persen setelah mencatat laba bersih yang turun 30 persen pada kuartal pertama. Yanzhou Coal Mining Co memimpin penurunan saham energi dengan mundur sebesar 2,2 persen juga karena penurunan laba sebesar 17 persen. Citic Securities Co turun setelah mengatakan tidak akan lagi menerima saham tertentu termasuk China CNR Corp dan CSR Corp sebagai jaminan untuk pembiayaan marjin.
Shanghai Composite Index turun 1,5 persen menjadi 4,408.90 pada 09:41 pagi ini, menuju kerugian terbesar dalam seminggu. Index CSI 300 mundur 0,8 persen. Hang Seng China Enterprises Index kehilangan 0,9 persen. Indeks Hang Seng tergelincir 0,4 persen.  Indeks Ekuitas China-AS dari Bloomberg menurun 0,8 persen.
Indeks Shanghai telah melakukan reli 89 persen dalam enam bulan terakhir, yang paling tinggi peningkatannya di antara indeks patokan utama global.
Laba usaha di Shanghai Composite membuntuti perkiraan dari analis sebesar 2,7 persen tahun lalu setelah 63 persen dari perusahaan yang telah melaporkan laba hasilnya meleset dari proyeksi. Hasil untuk kuartal pertama sejauh ini tertinggal sebesar 17 persen, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Sementara analis memprediksi keuntungan akan naik 28 persen dalam 12 bulan ke depan, mereka telah memangkas perkiraan per saham sebesar 9 persen sejak pertengahan Oktober. (brc)
Sumber : Bloomberg