Equity World Medan – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup melemah di akhir perdagangan Kamis (3/8/2017). Melemahnya indeks terjadi seiring dengan memerahnya sebagian besar bursa di kawasan Asia Pasifik.

Investor asing memilih melepas saham hingga mencatatkan net sell. Kondisi ini membuat saham-saham blue chip berakhir memerah. Lainnya, saham-saham sektor pertambangan juga terkena aksi jual setelah dalam beberapa hari ini menjadi incaran investor.

Aksi jual investor di lantai BEI mengikuti langkah pemodal di bursa regional yang melakukan profit taking, meskipun indeks Dow Jones menyentuh rekor baru di level psikologis 22.000.

Puykul 16.00 IHSG ditutup turun sebesar 43,67 poin atau 0,75 persen di posisi 5.780,57. Sebanyak 137 saham diperdagangkan menguat, 204 saham melemah dan 119 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 6,28 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,39 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 305,06 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp 322,85 miliar di pasar reguler.

Saham-saham yang membebani pergerakan indeks meiputi ASII (Rp 7.775), BBRI (Rp 14.850), TLKM (Rp 4.700), BMRI (Rp 13.125), BBCA (Rp 18.750) dan UNVR (Rp 47.700). Sementara itu saham-saham yang menahan indeks yakni LPPF (Rp 10.950).

Dari 10 indeks sektoral, hanya ada dua sektor yang menguat dan selebihnya melemah. Sektor-sektor yang menguat yakni agribisnis (0,3 persen) dan properti (0,17 persen).

Sementara itu, sektor-sektor yang melemah meliputi konsumer (-0,58 persen), pertambangan (-2,52 persen), manufaktur (-0,59 persen), aneka industri (-0,55 persen), infrastruktur (-0,9 persen), keuangan (-0,9 persen), perdagangan (-0,58 persen) dan industri dasar (-0,66 persen).

Sebagaimana yang terjadi di lantai bursa, nilai tukar rupiah pada sore hari ini ditutup melemah terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 13.327 per dollar AS.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan