Seorang pialang mengamati pergerakan harga saham melalui layar komputernya saat perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (24/9).Sebagian besar saham China turun seiring kecemasan pada penjualan saham baru yang kemungkinan dapat mengalihkan dana dari ekuitas existing yang membayangi data yang memperlihatkan estimasi pinjaman bank yang berlebih.

Saham Gemdale Corp turun 4,5 persen menyeret para  pengembang properti. Saham Shanghai Wangsu Science & Technology Co turun sebesar 8,3 persen dalam Indeks ChiNext, menambah kerugian sebesar 15 persen selama sepekan terakhir. produsen minuman keras Kweichow Moutai Co naik tajam sebesar 4,4 persen memimpin reli hari kedua untuk saham kebutuhan pokok konsumen.

Terdapat sekitar lima saham yang jatuh untuk setiap tiga saham yang naik pada Indeks Shanghai Composite, yang naik kurang dari 0,1 persen ke level 2,067.27 pukul 11:30 pada jeda perdagangan siang. Indeks ChiNext turun sebesar 1,6 persen. 12 perusahaan telah mencatatkan prospek penjualan mereka, termasuk lima yang direncanakan untuk didaftarkan pada Indeks ChiNext dan enam di Shanghai. Pinjaman mata uang lokal baru, cadangan uang M2 dan pendanaan agregat (secara keseluruhan) semuanya melebihi perkiraan analis dibulan Juni kemarin. Investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) pada bulan lalu juga naik secara mengejutkan.

Indeks CSI 300 naik 0,1 persen. Indeks Hang Seng China Enterprises naik 0,3 persen. Indeks ekuitas Bloomberg China-US kemarin naik sebesar 1,8 persen. Indeks Shanghai Composite diperdagangkan pada level 7,6 kali dalam 12 bulan proyeksi laba, dibandingkan dengan 30 kali untuk ChiNext, menurut data yang rilis Bloomberg. (knc)

Sumber: Bloomberg