Sebelum Transaksi, Yuk Simak Kabar yang Ramai dari Pasar

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)PT Equityworld Futures Medan– Aktivitas perdagangan di pasar saham domestik kemarin diramaikan oleh sejumlah kabar seputar industri pasar yang mempengaruhi pergerakan harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu informasi dari global yang mempengaruhi pasar keuangan dunia juga ikut mempengaruhi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nah, dini hari tadi bursa saham Wall Street menguat dan bisa menjadi katalis bagi IHSG ppada perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2020), setelah kemarin terkoreksi tipis 0,08% ke posisi 5.110,18 poin. Nilai transaksi bursa tercatat sebesar Rp 8,24 triliun dengan volume sebanyak 9,27 miliar unit saham dan frekuensi sebanyak 706.485 kali.

Sebelum memulai perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2020), cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:

1.Sinar Mas Batal Masuk, UOB Jadi Pemegang Saham CCB Indonesia

Rencana grup usaha Sinar Mas, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) yang akan menjadi salah satu pemegang saham PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk. (MCOR) atau CCB Indonesia batal terealisasi.

SMMA sebelumnya akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) dari penerbitan saham baru melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue CCB Indonesia.

Hanya saja, berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita tanggal 21 Juli 2020, pemegang saham CCB Indonesia tak ada nama Sinar Mas Multiartha.

Pemegang saham baru yakni ternyata UOB Kay Kian Pte Ltd dengan porsi saham sebanyak 3.111.132.456 saham atau 8,20% saham. Dengan harga pelaksanaan rights issue Rp 150/saham, maka dana yang digelontorkan UOB membeli saham MCOR adalah Rp 466,66 miliar.

2. BTN Rilis Obligasi Rp 1,5 T, Kuponnya Tembus 8,9%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV. Pada tahap I Obligasi Berkelanjutan IV tahun 2020 tersebut direncanakan sebesar Rp 1,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas ekspansi kredit.

“Obligasi ini sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN tahun 2020 – 2022, yang akan digunakan perseroan untuk memperkuat bank dalam mengembangkan bisnis pembiayaan perumahan,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury, dalam gelaran Investor Gathering Obligasi Berkelanjutan IV BTN di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Pahala menjelaskan BTN telah membuka penawaran sejak 10 Juli lalu dan akan berakhir pada 23 Juli mendatang.

3. Dear Nasabah! Restrukturisasi Polis Jiwasraya Mulai Agustus

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) saat ini tengah dalam proses penyusunan rencana strategis perusahaan untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Rencana ini disusun bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Keuangan selaku pemegang saham.

Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan rencana strategis ini nantinya akan diimplementasikan ke dalam program restrukturisasi yang direncanakan akan dimulai pada Agustus 2020 setelah mendapat konfirmasi pendanaan dari pemegang saham.

4. Sikap OJK Terkait Klien Jouska yang Teriak Rugi Puluhan Juta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara terkait kasus kerugian investasi yang dialami sejumlah klien PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska). Regulator industri keuangan menegaskan izin usaha Jouska tidak dikeluarkan OJK.

“Jouska bukan lembaga/pelaku usaha jasa keuangan yang masuk dalam pengawasan OJK karena izin usahanya tidak dikeluarkan oleh OJK,” kata Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/7/2020).

Sekar menambahkan, jika ada keberatan dari klien Jouska karena permasalahan investasi bisa melaporkan ke Satuan Tugas Waspada Investasi. “Sehingga apabila ada keberatan dari klien perusahaan tersebut (Jouska) yang terkait dengan kegiatan investasi dapat melaporkan kepada satgas waspada investasi untuk dapat ditindaklanjuti,” tambah Sekar.

Kasus investasi yang ditangani Jouska mencuat, setelah salah satu mantan klien buka suara. Kemudian banyak bermunculan cerita yang sama yang disampaikan melalui media sosial. Tak ayal membuat perbincangan ini menjadi salah satu trending topic di media sosial.

5. Saham INAF & KAEF 3 Hari Meroket, Tembus ARA

Setelah 2 hari terakhir saham duo emiten BUMN farmasi ‘mengamuk’, pada perdagangan Rabu ini (22/7/2020) saham PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang merupakan anak usaha BUMN farmasi PT Bio Farma meroket.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada pukul 10.00 WIB, Rabu pagi, ‘duet maut’ saham farmasi pelat merah ini sama sama menyentuh batas atas maksimal kenaikan harian atau auto reject atas sebesar 25%.

Saham INAF menguat 24,92% di level Rp 1880/saham dengan nilai transaksi Rp 29,33 miliar dan volume perdagangan 16,21 juta saham.

Sementara saham KAEF juga melesat 24,78% di level Rp 2.140/saham dengan nilai transaksi 144,9 miliar dan volume perdagangan 70,22 juta saham. Batas auto reject untuk range harga saham Rp 200-5.000 adalah 25% dalam sehari. Sementara level harga Rp50-Rp200 akan dikenakan auto reject apabila terjadi kenaikan sebesar 35%.

6. Jreng! Ini Alasan Bos Jouska Kenapa Pilih Saham LUCK

Founder dan Chief Executive Office (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno, menjelaskan analisis saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) untuk menjadi pilihan salah satu portofolio investasi.

Saat wawancara dengan CNBC Indonesia, Aakar menjelaskan dalam memberikan rekomendasi saham untuk investasi, Jouska selalu memberikan beberapa saham yang menjadi pilihan.

“Kenapa LUCK? Kita memilih beli itu misal LUCK itu lagi uptrend [menguat] kala itu di 2019. Saham yang lagi uptrend kenapa tidak untuk direkomendasikan, kemudian sampai Mei (2019) itu mereka masih bagi dividen beda lho, itu beda sama saham gocap [saham Rp 50]. Dan kita tidak merekomendasikan investasi bodong. Saham yang ada di BEI itu legal untuk dijual dan dibeli,” kata Aakar, kepada CNBC Indonesia, Selasa (21/7/2020).

Terkait dengan permintaan klien untuk menjual saham LUCK, Aakar mengatakan, bahwa Jouska juga sudah memberikan rekomendasi. “Jika saat itu uptrend, maka artinya wajar untuk menjadi sebuah pilihan, apalagi jika pada masa tersebut market sedang sideways. Saham yang ada di BEI itu legal untuk dijual dan dibeli,” tambah Aakar lagi

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan