Sekarang Selow, Emas Diramal Ngamuk ke US$ 2.300 Akhir Tahun

Harga 1 Gram Emas Perhiasan Semar 16 Oktober 2020 - Tirto.IDPT Equityworld Futures Medan-Harga logam mulia emas terkoreksi setelah reli dalam tiga hari perdagangan terakhir. Dolar AS ambles karena kabar soal stimulus Covid-19 lanjutan di AS yang positif membuat harga emas terdongkrak.
Kamis (22/10/2020) harga emas global di arena pasar spot terpangkas 0,17%. Pada 07.30 WIB, harga logam kuning itu dibanderol US$ 1.920/troy ons. Pada saat yang sama indeks dolar yang mencerminkan posisi dolar AS terhadap mata uang lain menguat 0,1%.

Indeks dolar terus mengalami koreksi sejak 19 Oktober lalu. Kini posisi dolar AS berbalik arah dan harga emas yang sempat menguat menjadi tertekan. Emas dan dolar AS memiliki korelasi negatif yang kuat, artinya pergerakan harga emas berlawanan arah dengan indeks dolar.

Kekuatan dolar AS tergerus karena para pemangku kebijakan semakin dekat dengan kata sepakat soal paket stimulus lanjutan Covid-19. Pelaku pasar optimis paket stimulus ekonomi yang bernilai jumbo ini bakal diumumkan sebelum pemilu AS dihelat pada 3 November nanti.

“Nancy Pelosi memiliki tenggat waktu hari Selasa. Nah, sekarang telah diturunkan hingga hari Jumat. Mengetahui hal itu, orang mengira kesepakatan akan dilakukan dalam waktu dekat, jadi mereka mulai mengakumulasi emas,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS, melansir Reuters.
Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan masalah terbesar tetap pendanaan untuk pemerintah negara bagian dan lokal. Namun ia juga menambahkan bahwa ada kemajuan yang telah dibuat.

Emas, yang dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, penurunan nilai mata uang, dan ketidakpastian, telah naik lebih dari 26% tahun ini, terutama didorong oleh banjir stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melindungi ekonomi dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

“Apa yang akan membuat permintaan terdongkrak dan mendorong harga emas lebih tinggi? Itu adalah stimulus lanjutan, suku bunga negatif yang terus berlanjut, orang-orang khawatir tentang lonjakan infeksi Covid karena emas dianggap sebagai tempat yang aman,” tambah Matousek dari Investor Global AS.

Chris Vermeluen selaku Chief Market Strategist di Technical Trader memiliki pandangan bullish terhadap emas akhir tahun ini. Dalam wawancaranya dengan Kitco News, Vermeluen memperkirakan harga emas bisa menyentuh US$ 2.100 atau bahkan US$ 2.300 di akhir tahun.

Menjelang pemilu AS yang kurang dari dua minggu lagi, pasar berpotensi mengalami gejolak dan volatilitas yang lebih tinggi. Namun siapapun presidennya, harga emas berpotensi tetap menguat. Apalagi bila Joe Biden dari Partai Demokrat yang terpilih, harga emas bisa naik lebih tinggi lagi.

Hal tersebut dikarenakan berbagai usulan kebijakan Partai Demokrat cenderung lebih berani dalam ‘menghamburkan’ uang sehingga ancaman devaluasi dolar AS dan inflasi yang tinggi semakin di depan mata. Investor pun pada akhirnya memilih berlindung dengan membeli emas yang akan semakin mengerek naik harganya.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan