Equity WorldMedan – Berinvestasi adalah hal yang penting untuk masa depan kita, baik untuk biaya pensiun, rencana liburan, biaya sekolah dan berbagai macam tujuan lain. Namun kata investasi sendiri kadang membuat kita takut, mulai dari kurangnya pengetahuan, risiko mengalami kerugian, hingga tidak yakin sudah memiliki modal yang cukup untuk berinvestasi.

Terutama bagi kawula muda yang baru mulai berkarir, terkadang sulit rasanya untuk percaya bahwa akan mampu untuk mulai berinvestasi. Kata investasi seakan lekat dengan sosok kalangan atas dan konglomerat. Padahal, investasi sebaiknya dimulai sedini mungkin.

Di bawah ini saya mencoba mengupas sekilas tentang Reksa Dana, salah satu pilihan produk investasi yang mungkin cukup tepat bagi mereka yang mempertimbangkan untuk mulai berinvestasi, dengan modal yang relatif terbatas.

1 . Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Reksa Dana adalah produk investasi yang diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat memilih produk Reksa Dana, carilah produk yang dikelola oleh manajer investasi yang telah memperoleh ijin yang diterbitkan oleh OJK.

Pada saat kita membeli produk Reksa Dana, uang kita tidak masuk ke rekening perusahaan tetapi ke rekening bank kustodi Reksa Dana yang dituju.

Dana tersebut kemudian ditempatkan di basis aset Reksa Dana tersebut, seperti deposito, obligasi ataupun saham, tergantung dengan jenis produk Reksa Dana yang dipilih.

Sehingga, sebetulnya tidak perlu khawatir bahkan bila pengelola Reksa Dana tersebut mengalami kesulitan keuangan, sebenarnya uang Anda tidak di tangan mereka melainkan dalam bentuk aset yang dititipkan pada bank kustodi.

Namun, Anda berisiko mengalami kerugian apabila nilai dari aset yang dipegang menurun. Contohnya, Anda memilih Reksa Dana saham dan saham-saham yang diinvestasikan oleh Reksa Dana tersebut mengalami penurunan nilai.

2. Dikelola pihak profesional (Manajer Investasi)

Gejolak pasar adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Seringkali, kita takut berinvestasi karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk memilih aset-aset yang ingin diinvestasikan.

Contohnya, pada saat hendak berinvestasi di pasar saham. Terkadang cukup membingungkan dengan adanya ratusan saham yang tercatat di bursa.

Reksa Dana adalah produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Sehingga, pemilihan dari saham, obligasi ataupun basis aset di dalam Reksa Dana tersebut dilakukan oleh manajer
investasi yang mengelola Reksa Dana yang dituju.

Namun, kita tetap harus cermat dalam memilih produk Reksa Dana yang sesuai dengan profil risiko kita masing-masing dan dikelola oleh manajer investasi yang dipercaya.

Carilah manajer investasi yang telah memiliki reputasi dan rekam jejak yang baik. Anda harus
berhati-hati dan jangan hanya tergiur potensi keuntungan karena semakin tinggi potensi keuntungan, biasanya semakin tinggi juga risikonya.

3. Modal awal terjangkau

Mulai berinvestasi di Reksa Dana tidak membutuhkan modal besar. Bahkan hanya dengan modal Rp 100.000 saja Anda sudah dapat mulai berinvestasi. Dibandingkan dengan berinvestasi di properti misalkan yang membutuhkan uang muka yang cukup besar.

Sebaiknya, Anda mulai berinvestasi dengan besaran yang sesuai dengan kemampuan Anda. Hal ini penting guna mengurangi risiko terlalu khawatir terhadap setiap gejolak jangka pendek yang dapat menyebabkan Anda mengambil keputusan investasi yang tidak tepat
karena terbawa emosi.

Mulai berinvestasi juga sebaiknya dimulai secara bertahap. Misalkan, bila Anda hendak
berinvestasi Rp1juta, ada baiknya Anda lakukan secara bertahap, contohnya sebesar Rp 100.000 per bulan daripada Rp1juta sekaligus.

Sehingga, apabila terjadi gejolak dan koreksi jangka pendek, Anda masih memiliki
dana untuk menempatkan di nilai yang lebih rendah. Toh, bila ternyata nilainya naik, penempatan awal Anda juga telah mendapatkan keuntungan.

4. Jaringan pemasaran luas

Reksa Dana dapat dibeli melalui berbagai bank di Indonesia. Cukup dengan mendatangi kantor cabang bank Anda, sudah bisa mendapatkan berbagai macam informasi mengenai Reksa Dana dan mulai berinvestasi.

Bahkan, di era teknologi saat ini, telah pula tersedia berbagai agen penjual Reksa Dana berbasis daring (online).

Sehingga, melalui ponsel pintar (smart phone) saja Anda sebetulnya sudah dapat memperoleh berbagai macam informasi yang dibutuhkan dan memulai berinvestasi di produk Reksa Dana.

5. Likuiditas relatif tinggi

Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pencairan dana memerlukan waktu maksimal 7 hari kerja. Bahkan, berbagai produk Reksa Dana memberikan kemudahan pencairan lebih cepat dari 7 hari.

Sehingga, Anda tidak perlu khawatir bahwa pencairan akan memerlukan waktu yang lama saat Anda memerlukan dana tersebut. Pada saat pencairan, dana akan kembali ke rekening bank yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

Hal ini menjadi salah satu unggulan dari produk Reksa Dana dibanding jenis investasi
lain yang mungkin memerlukan waktu yang lama untuk pencairan. Saat pencairan, Andapun dapat melakukan pencairan sebagian atau seluruhnya.

Misalnya, jumlah nilai investasi Anda sebesar Rp1juta tetapi Anda hanya membutuhkan Rp 300.000 maka Anda dapat mencairkan hanya sebesar Rp 300.000, sesuai kebutuhan Anda.

Hal ini tidak mungkin Anda lakukan saat berinvestasi di jenis lain, seperti properti. Tidak
mungkin Anda menjual hanya seperempat dari properti Anda, atau hanya menjual garasi dan kamar tidur dari properti tersebut tetapi tidak menjual ruang tengah dan ruang makan, misalnya.

6. Beragam pilihan basis aset

Setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda dan juga profil risiko yang berbeda. Anda yang masih relatif muda, mungkin lebih menginginkan investasi dengan potensi keuntungan yang lebih besar, dan dengan itu, risiko yang lebih tinggi pula.

Atau, Anda yang baru mulai berinvestasi, mungkin masih lebih nyaman dengan jenis investasi dengan risiko lebih rendah. Terdapat berbagai macam jenis Reksa Dana dengan pilihan basis aset berbeda.

Reksa Dana berbasis pasar uang memiliki tingkat risiko yang relatif lebih
rendah, namun memiliki potensi keuntungan yang relatif terbatas juga.

Di sisi lain, Reksa Dana berbasis saham memiliki risiko yang lebih tinggi tetapi dengan potensi keuntungan yang relatif lebih tinggi juga.

Di antara keduanya, terdapat pilihan Reksa Dana berbasis obligasi dan campuran yang memiliki tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berada diantara Reksa Dana berbasis pasar uang dan saham.

Namun, perlu diingat bahwa semua investasi mengandung risiko dan Anda dapat mengalami kerugian dan bahkan bisa kehilangan seluruh modal yang Anda investasikan.

Maka, sebelum mulai berinvestasi, ada baiknya Anda mencari informasi lebih lanjut atau berkonsultasi dengan penasihat investasi pilihan Anda.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2017