Equity World – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada perdagangan saham hari ini. Pada pra pembukaan perdagangan Selasa (24/1/2017), IHSG naik 16,76 poin atau 0,32 persen ke level 5.267,73.

Penguatan IHSG berlanjut pada pukul 09.00 WIB. IHSG mendaki 22,1 poin atau 0,42 persen ke level 5.273,1. Indeks saham LQ45 menguat 0,51 persen ke level 880,36.

Ada sebanyak 105 saham mendaki sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 20 saham melemah dan 84 saham lainnya diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.178 kali dengan volume perdagangan 319 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 78,2 miliar.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.267,73 dan terendah 5.274,63. Investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 7,3 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.314.

Seluruh sektor saham menghijau. Penguatan tertinggi terjadi pada aneka industri yang naik 0,55 persen. Diikuti sektor saham keuangan yang naik 0,53 persen, pertambangan dan pertanian masing-masing sebesar 0,51 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham ASJT naik 14,4 persen ke level Rp 206 per saham, saham ARII menanjak 13,70 persen ke level Rp 498 per saham, dan saham RODA mendaki 7,56 persen ke level Rp 484 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BUKK turun 3,33 persen ke level Rp 725 per saham, saham BUDI tergelincir 1,92 persen ke level Rp 102 per saham, dan saham SKBM susut 2,19 persen ke level Rp 670 per saham.

Analis PT NH Korindo Securities Bhima Setiaji menuturkan, kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian ekonomi global usai pidato pelantikan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bayangi IHSG.

Sejumlah ekonom dan analis menilai, langkah yang akan diambil Trump seperti kebijakan proteksionisme perdagangan dapat mengarah ke perang perdagangan pada pidato pelantikan dapat membebani AS sehingga membuat daya beli masyarakat AS semakin tergerus.

Ia menambahkan, sentimen eksternal lainnya dari Eropa. Presiden bank sentral Eropa Mario Draghi akan pidato dengan kemungkinan hadapi hard brexit atau Inggris keluar dari Eropa serta quantative easing bank sentral Eropa. Bhima menambahkan, investor masih cenderung kembali wait and see. liputan6.com

Equity World