Equity World Medan – Selama semester I 2017, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) membukukan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp 26,84 miliar atau tumbuh 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 19,71 miliar.

Perolehan laba tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan BCA Syariah yang mencapai Rp 3,88 triliun atau tumbuh 21,09 persen jika dibandingkan dengan Semester I 2016 sebesar Rp 3,2 triliun.

“Pertumbuhan aset BCA Syariah berada di atas pertumbuhan industri perbankan syariah yaitu 22,8 persen per April 2017,” ujar Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih saat konferensi pers BCA Syariah di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Selain itu, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp 4,24 triliun atau tumbuh 31,79 persen dibandingkan Juni 2016 sebesar Rp 3,22 triliun.

Menurut John, tahun 2016 dan 2017 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri perbankan karena berbagai faktor, mulai dari lokal hingga internasional, salah satunya adalah perkembangan dunia usaha.

“Kami melihat bahwa kondisi dunia usaha mengalami perlambatan, dan biasanya penyaluran pembiayaan juga akan mengalami perlambatan juga,” papar John.

Menurutnya, guna memenuhi kebutuhan nasabah, BCA Syariah berupaya memperluas jaringan baik secara fisik yaitu jaringan kantor maupun elektronis berupa fasilitas-fasilitas transaksi.

“Hingga semester I 2017, BCA Syariah telah memiliki 51 jaringan kantor yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung, Solo, Yogyakarta dan Medan,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan