Sentimen Corona Dilawan, IHSG Rebound Nyaris 2%

Sentimen Corona Dilawan, IHSG Rebound Nyaris 2%PT Equityworld Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2020). Pada 09.00 WIB IHSG dibuka menguat 1,31% di level 5.431,3 dan sempat menguat lebih 1,87%.

Sejak awal tahun IHSG diterpa oleh isu tak sedap yang datang dari luar maupun dalam. Kasus merebaknya infeksi virus corona di berbagai belahan dunia hingga mega skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merembet ke industri lain membuat IHSG tertekan hingga 14,89% dalam dua bulan terakhir.

Kemarin IHSG masih berada di zona pesakitan dengan ditutup melemah 1,68% ke level 5.361,25 dan merupakan level terendah sejak 23 Februari 2017. Asing pun masih mencatatkan aksi jual bersih hingga Rp 5 triliun sejak awal tahun.

Virus corona kini telah masuk ke tanah air. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kemarin. Ada dua orang warga Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi corona. Mereka ini adalah seorang ibu (64 tahun) dan anak perempuannya (31 tahun).

Dengan dilaporkannya kasus pertama di Indonesia ini, IHSG harus kembali terkoreksi pada penutupan perdagangan kemarin. Namun berbagai pihak di tanah air tak tinggal diam melihat pasar saham tanah air yang kebakaran ini.

Merespons indeks bursa saham tanah air yang terus menerus tergerus, otoritas bursa memilih untuk memberhentikan transaksi short selling sejak kemarin untuk mengurangi volatilitas di pasar.

Tak sampai di situ saja, Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral kemarin kembali memberikan stimulus di pasar setelah dua pekan lalu menetapkan pemangkasan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps ke 4,75%.

Kemarin, Perry Warjiyo dan sejawat mengumumkan lima paket kebijakannya. Pertama BI akan meningkatkan intensitas intervemsi di pasar keuangan. Kedua menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) untuk valas dari 8% menjadi 4% dari DPK. Ketiga, GWM untuk rupiah pun juga diturunkan 50 bps. Kebijakan ini akan efektif per 16 Maret nanti.

Keempat BI memperluas cakupan underlying investor asing dalam melakukan lindung nilai (hedging) termasuk jika ingin masuk ke pasar DNDF. Terakhir, BI memperbolehkan investor global untuk menggunakan jasa bank kustodi asing maupun domestik dalam berinvestasi di Indonesia. Dengan kelonggaran ini, diharapkan dapat memompa likuiditas di pasar.

Penguatan IHSG pada hari ini juga didukung oleh pergerakan mayoritas bursa saham dunia yang juga menguat. Pagi tadi tiga indeks utama Wall Street ditutup menguat signifikan. Indeks Dow Jones Industrial ditutup menguat 5,1%, S&P 500 naik 4,5% sementara Nasdaq Composite terapresiasi 4,6%.

Kenaikan tiga indeks utama Wall Street terjadi setelah pasar mendapat tekanan hebat pada pekan lalu. Selain itu, pasar meramal bahwa bank sentral AS The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 50 bps. Hal ini tercermin dari probabilitas The Fed akan memangkas suku bunga menjadi 1%-1,25% berada di angka 100% pada piranti FedWatch milik CME Group.

Ramalan ini menyusul pernyataan Jerome Powell pekan lalu yang mengatakan The Fed akan terus memantau perkembangan virus corona dan akan bertindak sewajarnya (appropriate). Kata appropriate seolah menyiratkan sinyal bahwa The Fed akan memangkas suku bunga seperti yang terjadi pada Juli tahun lalu saat perang dagang AS -China masih berkecamuk.

Pagi ini bursa saham Asia juga kebanyakan ditransaksikan di zona hijau. Indeks Nikkei225 (Jepang) naik 1,1%, Shang Hai Composite (China) terangkat 1,19%, Kospi (Korea Selatan) bertambah 1,22%, Hang Seng (Hong Kong) terapresiasi 0,62% dan Straits Times (Singapura) tumbuh 0,87%.

Tentu sentimen-sentimen ini menjadi salah satu faktor pendorong penguatan IHSG pada pagi ini. Pada pukul 09.05 WIB IHSG semakin menguat dan berada di level 5.455,77 atau menguat 1,77%.

Namun jangan terus terlena dulu wabah corona masih terus mengancam. Menurut laporan WHO, lonjakan kasus infeksi baru di luar China dikabarkan 9 kali lebih tinggi dibandingkan di China dalam 24 jam terakhir. Lonjakan kasus masih terjadi di tiga negara yaitu Korea Selatan (4.335 kasus), Italia (2.036 kasus) dan Iran (1.501).

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan