Equityworld_MedanEquityworld futures Medan : Dollar melemah pada hari ke-2 setelah payroll AS bulan Oktober tumbuh melambat dari perkiraan para ekonom sebelumnya setelah para trader menurunkan spekulasi terkait penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Mata uang AS melemah terhadap yen setelah pekan lalu mencapai level 7 tahun tertingginya pasca Gubernur BOJ (Bank of Japan) Haruhiko Kuroda menyatakan tidak membatasi kebijakan stimulus bank sentral yang akan meredam deflasi. Sementara dollar Australia catat gain setelah rilis data menunjukkan ekspor China naik melampaui dari perkiraaan sebelumnya, China yang merupakan mitra dagang terbesar di Pasifik Selatan. Dollar Selandia Baru menguat.
Indeks Spot Dollar Bloomberg tergelincir 0.2% ke level 1,089.19 pukul 2:41 siang waktu Tokyo sejak 7 November lalu saat melemah 0.6%.
Dollar AS melemah 0.4% ke level 114.17 yen, setelah catat gain selama 3 pekan terakhir di level 114.60 dan menyentuh level 115.59 pada 7 November lalu, level itu tertinggi sejak November 2007 silam. Dollar AS melemah 0.2% ke level $1.2477 terhadap euro. Euro tergelincir 0.2% ke level 142.45 yen.
National Australia Bank Ltd. menaikkan perkiraan kuartalan pada dollar terhadap mayoritas mata uang lainnya, menurut para analis seperti Ray Attrill di Sydney pada hari ini. Revisi meliputi pemangkasan pada target akhir tahunnya pada euro di level $1.22 dari level sebelumnya $1.26 dan kenaikan pada proyeksi dollar terhadap yen di level 123 yen dari level 117 yen diakhir 2015 mendatang, menurut sebuah laporan. (bgs)
Sumber: Bloomberg