Equityworld_MedanNilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak di atas level resisten Rp12.234 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah akan berada di kisaran Rp12215-12180 per USD.

“Laju Rupiah pun masih memiliki peluang kenaikan lanjutan dengan asumsi di dukung oleh sentimen yang ada,” kata Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada dalam risetnya, Jumat (10/10/2014).

Sebelumnya, menurut Reza, rilis FOMC meeting yang belum menentukan kepastian waktu untuk menaikkan suku bunga Fed rate tampaknya di respons dengan pelemahan dolar. Tentu saja kondisi tersebut membuat sejumlah laju mata uang Asia Pasifik bergerak menguat.

“Dimotori oleh Yen yang mengalami apresiasi dan diikuti oleh Taiwan dollar, Yuan, Rupee, dan lainnya. Kondisi ini pula yang akhirnya berimbas positif pada pembalikan arah Rupiah,” jelasnya.

Di sisi lain, penilaian mulai berkurangnya sentimen dari kondisi politik paling tidak dapat memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk bernafas. (rzk)