Shanghai-Hang Seng Libur Imlek, Indeks Nikkei & KOSPI Melesat

A man walks in front of an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, June 17, 2020. Major Asian stock markets declined Wednesday after Wall Street gained on hopes for a global economic recovery and Japan's exports sank. (AP Photo/Eugene Hoshiko)PT Equityworld Futures Medan- Bursa saham Asia kompak dibuka menguat pada Senin (15/2/2021), setelah mayoritas bursa saham Asia libur memperingati tahun baru Imlek pada akhir pekan lalu.
Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,48%, KOSPI Korea Selatan menguat 0,45%, dan Straits Times Index (STI) Singapura naik 0,21%.

Sementara itu, untuk bursa saham China (Shanghai Composite) dan Hong Kong (Hang Seng) hari ini belum dibuka karena masih libur panjang tahun baru Imlek.

Di Jepang, data pemerintah yang dirilis pada pagi hari ini menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh 12,7% secara tahunan antara Oktober dan Desember tahun lalu.

Pembacaan awal untuk produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat tahun 2020 lebih tinggi dari konsensus yang diperkirakan oleh Reuters yang naik 9,5%.

Pembatasan sosial (social distancing) yang masih berlangsung di Negeri Sakura untuk menahan pandemi virus corona (Covid-19) membuat pendapatan perusahaan dan konsumsi rumah tangga anjlok.

Bahkan, pengamat ekonomi yang di survei oleh Reuters memperkirakan bahwa ekonomi Jepang akan kembali berkontraksi pada kuartal pertama di 2021. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan pada 1 hingga 10 Februari lalu, di mana survei tersebut menyasar kepada 37 ekonom.

Penurunan peringkat ini sebagian besar disebabkan oleh keputusan pemerintah pada bulan Januari untuk memberlakukan pembatasan baru guna memerangi lonjakan infeksi di Tokyo dan beberapa prefektur lainnya.

Analis pun juga memperkirakan ekonomi Jepang akan menyusut 5,3% pada tahun fiskal saat ini yang berakhir pada Maret sebelum berkembang naik 3,6% pada tahun berikutnya.

“Dengan keadaan darurat, belanja konsumen yang lemah terbukti menjadi penghambat utama pertumbuhan,” kata kepala ekonom di Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami.

“Ekonomi diperkirakan akan pulih pada kuartal kedua dan tumbuh setelahnya, tetapi dengan kecepatan yang moderat karena pandemi tetap menjadi risiko,” ujarnya.

Fokus investor pada pekan ini kemungkinan adalah risalah pertemuan Federal Reserve AS (the Fed) periode Januari, di mana pembuat kebijakan memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendorong pencapaian legislatif besar pertama dalam masa jabatannya, mengalihkan ke kelompok bipartisan pejabat lokal untuk meminta bantuan pada

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan