Simak! Pesan dari Jokowi Gegara Rupiah Terlalu Kuat

Simak! Pesan dari Jokowi Gegara Rupiah Terlalu KuatEquityworld Futures -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati mengendalikan nilai tukar rupiah. Pasalnya, jika rupiah terlalu kuat, maka akan ada yang tidak suka atas apresiasi mata uang Garuda itu.

“Nilai tukar rupiah kita menguat. Kalau menguatnya terlalu cepat kita haris hati-hati,” kata Jokowi saat menjadi pembicara dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Ritz Carlton, SCBD, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, penguatan nilai tukar rupiah yang terlalu cepat bisa berdampak negatif. Penguatan rupiah di satu sisi memang bagus, tetapi juga harus dicermati faktor fundamentalnya.

Apalagi pasti ada pihak yang tidak senang atau terbebani dengan penguatan rupiah yang terlalu kuat dan cepat.

“Ada yang tidak senang dan ada yang senang. Eksportir pasti tidak senang karena rupiah menguat, menguat, menguat,” kata Jokowi lagi.

Dengan rupiah yang terlalu menguat, Jokowi mengatakan bisa berbahaya karena daya saing menurun.

Seperti diketahui, rupiah terus menguat. Di awal 2 Januari 2020 rupiah dibuka di level Rp 13.865/US$. Hingga saat ini pada 16 Januari 2020 rupiah terus menguat ke Rp 13.635/US$. Penguatan rupiah hampir mencapai 2%.
Baca Juga : Saham Hingkong Menguat
Pada perdagangan hari ini, Jumat (17/1), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang dibuka melemah tipis di perdagangan spot, di mana US$ 1 dibanderol Rp 13.640. Rupiah melemah 0,11% dibandingkan posisi penutupan perdagangan Kamis kemarin.

Namun jika dilihat sejak awal 2020, hingga mencapai level terkuat kemarin, rupiah sudah menguat 1,91%. Bahkan jika dilihat lebih ke belakang lagi, sebelum minggu ini rupiah mencatat penguatan 6 pekan beruntun. Total selama periode tersebut hingga minggu ini, mata uang Garuda sudah menguat 3,44%.

Kemarin, selepas tengah hari rupiah kembali menguat hingga akhir perdagangan, rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik dibandingkan mata uang utama Asia lainnya. Rupiah kemarin membukukan penguatan 0,26% ke level Rp 13.625/US$.

Di saat rupiah menguat lumayan besar pada perdagangan kemarin, mayoritas mata uang utama Asia justru melemah.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT. Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan