Solana Rontok 9%, Aset Kripto Berguguran di Awal Pekan

Representation of the Bitcoin virtual currency standing on the PC motherboard is seen in this illustration picture, February 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

PT Equityworld Futures Medan-Harga mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar terpantau berjatuhan pada perdagangan Senin (20/9/2021) pagi waktu Indonesia. Pelemahan kripto dimulai kembali pada Minggu (19/9/2021) kemarin.
Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:00 WIB, kedelapan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin bergerak di zona merah pada hari ini.

Bitcoin terkoreksi 1,34% ke level harga US$ 47.277,45/koin atau setara dengan Rp 673.230.888/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.240/US$), ethereum merosot 3,04% ke level US$ 3.316,67/koin atau Rp 47.229.381/koin, cardano ambles 4,5% ke US$ 2,26/koin (Rp 32.182/koin), binance coin melemah 0,91% ke US$ 406,65/koin (Rp 5.790.696/koin).

Berikutnya ripple ambrol 4,68% ke US$ 1,03/koin atau Rp 14.667/koin, solana anjlok 9,04% ke US$ 152,14/koin (Rp 2.166.474/koin), polkadot terdepresiasi 2,65% ke US$ 33,34/koin (Rp 474.762/koin), dan dogecoin terpangkas 4,16% ke US$ 0,2311/koin (Rp 3.291/koin).

Kripto
Dalam sepekan terakhir, kripto big cap secara mayoritas masih mengalami pelemahan. Hanya bitcoin dan binance coin yang berhasil keluar dari zona merah sepekan terakhir, di mana bitcoin melesat 4,65% dan binance coin naik tipis 0,08%.

Sedangkan sisanya masih berada di zona merah sepekan terakhir. Koin digital polkadot dan cardano menjadi yang paling besar pelemahannya dalam sepekan terakhir, yakni masing-masing terkoreksi hingga 9,35% dan 8,45%.

Sementara pelemahan paling minor dibukukan oleh kripto ethereum yang melemah 0,38% selama sepekan terakhir.

Pekan lalu merupakan pekan yang cenderung tenang bagi pasar kripto, karena harga mayoritas kripto sudah berkonsolidasi setelah aksi jual pekan sebelumnya lalu.

Tingkat return juga cenderung beragam, terutama di cryptocurrency alternatif, sepertisolana yang merosot sekitar 19% selama sepekan terakhir karena kegagalan jaringan.

Namun hal ini berbanding terbalik di koin digital alternatif lainnya yakni avalanche yang melesat 34%, didorong oleh putaran pendanaan sebesar US$ 230 juta di jaringan terbarunya.

“Kombinasi antara faktor fundamental yang disajikan on-chain, indikator teknikal bullish dan gambaran makro yang lembut memungkinkan kami untuk mengkonfirmasi pandangan kami tentang pergerakan bullish sepanjang sisa tahun ini,” kata FundStrat, perusahaan penasihat global, menulis dalam laporan risetnya Rabu (15/9/2021), dikutip dari CoinDesk.

Regulasi hingga saat ini tetap menjadi faktor pemberat bagi pasar cryptocurrency. Sebelumnya, Pengadilan Akun El Salvador menerima keluhan dari organisasi hak asasi manusia mengenai penanganan pembelian bitcoin dan ATM kripto oleh pemerintah.

“Penentangan terhadap undang-undang bitcoin negara itu telah dilakukan dengan protes di seluruh ibu kota,” kata Sebastian Sinclair dari CoinDesk.

Sementara itu pada Kamis (16/9/2021) lalu, Bloomberg melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS sedang menyiapkan laporan tentang stablecoin dan potensi risikonya terhadap sistem keuangan

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan