Sst..Ada yang Bilang Jika Biden Kalahkan Trump, Emas Meroket!

From l-r, first lady Melania Trump, President Donald Trump, Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden and Jill Biden, walk off stage at the conclusion of the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)PT Equityworld Futures Medan-Presiden AS Donald Trump yang sedikit ‘melunak’ soal stimulus Covid-19 lanjutan sempat membuat harga emas melesat semalam.
Namun pagi ini Kamis (8/10/2020), logam kuning tersebut diperdagangkan cenderung flat.

Pada 06.20 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah sangat tipis cenderung stagnan dengan koreksi sebesar 0,03% dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas dibanderol di US$ 1.886,76/troy ons.

Sampai saat ini harga emas masih di bawah US$ 1.900/troy ons. Sebelumnya ketika Trump membatalkan negosiasi stimulus Covid-19 lanjutan dengan Demokrat hingga pemilu selesai membuat harga emas anjlok 2% dalam sehari.

Namun kabar terbaru bahwa Trump meminta agar sisa anggaran lebih pada paket stimulus pertama dialokasikan untuk sektor maskapai penerbangan AS menjadi sorotan pelaku pasar. Apakah ini sebagai tanda bahwa Trump mulai melunak atau hanya manuver politik saja jelang pemilu 3 November nanti.

Satu hal yang jelas, tindakan Trump tersebut bertentangan dengan seruan bos bank sentral AS The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa stimulus moneter dan fiskal masih sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan perekonomian dari kejatuhan lebih dahsyat akibat pandemi Covid-19.

“Penarikan kembali Presiden Trump dari ‘tidak ada negosiasi stimulus’ menjadi ‘tindakan bantuan sepihak’ telah membantu mendukung harga emas meskipun dolar AS hanya melemah sedikit,” kata Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares, dilansir Reuters.

Investor sekarang menunggu rilis risalah dari pertemuan para pengambil kebijakan the Fed (FOMC), bank sentral AS, pada 15-16 September lalu.

“Ada antisipasi tentang tingkat inflasi sebagai akibat dari stimulus … dan itu bisa dilindungi oleh emas,” kata Jeffrey Sica, Presiden dan Kepala Investasi Sica Wealth Management.

Jelang pemilu AS, pasar masih diliputi dengan adanya risiko ketidakpastian yang tinggi. Hanya saja prospek emas sampai akhir tahun dinilai masih positif. Frank Holmes CEO dari US Global Investor adalah salah satu orang yang percaya bahwa harga emas masih akan naik.

Faktor musiman menjadi pendorong utama yang bakal menggerakkan harga emas. Dalam sebuah wawancara dengan Kitco News, Ia mengatakan bahwa permintaan emas fisik jelang perayaan Diwali di India, natal di akhir tahun dan juga perayaan tahun baru China akan jadi kabar positif untuk harga emas.

Holmes percaya bahwa harga emas masih bakal menyentuh level US$ 4.000/troy ons. Meski ada kemungkinan volatilitas jelang pemilu, Holmes mengatakan bahwa hasil dari pemilu tak akan menggerakkan harga emas.

“Ada orang yang bertaruh pada si biru (Demokrat), ada yang bertaruh pada si merah (Republik), dan saya bertaruh pada emas” katanya kepada Kitco News.

Berbeda dengan Holmes, dalam riset terbarunya Standard Chartered menyebutkan bahwa jika Joe Biden dari Demokrat yang menang bakal mendorong harga emas lebih tinggi. Namun hal ini belum banyak dipertimbangkan oleh pasar.

Alasan mengapa kemungkinan harga emas bakal terdongkrak naik lebih tinggi adalah korelasi antara dolar AS dan emas yang negatif dan sangat kuat.

“”Kemenangan Biden dan Demokrat mendapatkan kendali penuh atas Kongres menggambarkan skenario terlemah untuk dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah, dan aset berisiko AS sehubungan dengan stimulus fiskal yang dimaksudkan dan kenaikan pajak; dan mengingat emas saat ini memiliki korelasi terkuat (di atas – 50%) dengan dolar AS, respons dolar AS adalah kuncinya. ” kata Suki Cooper selaku analis dari Standard Chartered.

Jika berkaca pada sejarah, menurut Cooper ketika Republik yang menang harga emas cenderung mengalami pelemahan. “”Dalam enam pemilu terakhir … respons harga emas menjelang pemilu beragam, tetapi secara historis harga secara luas turun tipis setelah kemenangan Partai Republik,” kata Cooper kepada Kitco News.

Standard Chartered memperkirakan harga emas bakal balik ke US$ 2.000/troy ons di akhir tahun dan naik ke US$ 2.100/troy ons pada kuartal pertama tahun depan
Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan