Terendah Sejak 11 Oktober 2018, IHSG Kurang Semangat Pagi Ini

PT Equityworld Medan -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada hari ini, Kamis (27/2/2020). Bagaimanapun juga virus corona masih menjadi momok utama pasar saham global yang menciptakan kepanikan sehingga terjadi tekanan jual besar-besaran beberapa hari terakhir.

Pada pembukaan perdagangan Kamis ini, IHSG dibuka di level 5.680,44 atau mencatatkan koreksi 0,15%. Sudah 4 hari beruntun IHSG ditutup terbenam di zona merah. Posisi indeks bursa saham Tanah Air itu pada penutupan perdagangan kemarin merupakan yang terendah 11 Oktober 2018.

Sejak awal tahun hingga kemarin, IHSG berada di zona pesakitan sehingga mencatatkan kinerja minus 9,69%. Baik sentimen eksternal maupun domestik memicu terjadinya aksi jual di bursa saham tanah air. Kemarin saja asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,7 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun asing telah keluar dari bursa saham tanah air sebesar Rp 3,66 triliun.

Pasar saham global masih diliputi dengan kecemasan akibat meluasnya penyebaran virus corona yang kini telah menginfeksi lebih dari 81.000 orang dan merenggut lebih dari 2.700 nyawa orang.

Pagi tadi bursa saham Paman Sam ditutup bervariasi. Indeks S&P dan Dow Jones masing-masing tergelincir 0,27% dan 0,33% sementara indeks Nasdaq Composite malah mencatatkan kenaikan 0,23%.

Sementara itu pagi ini bursa saham utama Asia kompak bergerak di zona merah. Berdasarkan data Trading Economics, indeks Nikkei225 (Jepang) melorot 1,61% hari ini.

Senada dengan Jepang indeks Hang Seng (Hong Kong) dan indeks Straits Times (Singapura) juga melemah masing-masing 0,6% dan 0,14%. Indeks bursa saham China yakni indeks Shanghai Composite juga turun %.

Sementara indeks Kospi (Korea Selatan) kembali bergerak di zona merah, jatuh 0,69% setelah secara tak terduga bank sentral Korea Selatan memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di 1,5% di tengah wabah virus corona yang kini tengah menjangkiti negeri tempat KPOP itu berasal.

Virus Corona & Kasus Jiwasraya Masih Hantui IHSG

Awal pekan ini dunia kembali dihebohkan dengan adanya lonjakan jumlah kasus baru di beberapa negara. Salah satunya Korea Selatan.

Dalam empat hari terakhir jumlah kasus baru di Korsel meningkat secara signifikan. Ketika di awal pekan jumlah yang dilaporkan hanya 600 kasus, hari ini sudah ada 1.595 kasus di Korsel.

Jumlah negara yang terserang virus corona pun bertambah, dari sebelumnya hanya 26 negara pertengahan bulan ini, menjadi 39 negara dan kini sudah ada 45 negara.

Hal ini semakin membuat dunia cemas bahwa wabah ini akan menjadi pandemi yang memukul perekonomian global.

Virus ganas ini awalnya berasal dari Wuhan, China dan kini telah meluas ke berbagai penjuru dunia. China sebagai pusat penyebaran virus merupakan negara yang paling merasakan dampaknya terhadap perekonomian.

Berbagai kajian menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi China dapat terpangkas lebih dari 1 poin persentase. Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020 menyampaikan, jika ekonomi China turun 1 poin persentase maka ekonomi Indonesia bakal terdampak 0,3-0,6 poin persentase.

Selain sentimen eksternal di atas yang turut menekan pasar saham tanah air, kasus mega skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya juga menjadi sentimen negatif yang juga memberatkan langkah IHSG untuk menguat.

Kasus gagal bayar asuransi Jiwasraya juga merembet ke industri lain seperti reksadana. Mega skandal ini memang merupakan kasus yang kompleks. Saat ini Kejaksaan Agung tengah memeriksa 9 bank yang memiliki keterkaitan transaksi dengan Jiwasraya.

Hal yang ditakutkan adalah dampak dari kasus ini bersifat sistemik. Walau banyak yang meyakini hal tersebut tidak terjadi, tetap saja mega skandal ini menjadi sentimen negatif untuk pasar ekuitas tanah air.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan