Terendah Sejak Oktober 2018, Sederet Saham Ini Picu IHSG Drop

Terendah Sejak Oktober 2018, Sederet Saham Ini Picu IHSG DropPT Equityworld Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi dalam pada perdagangan pagi ini, Rabu (26/2/2020). IHSG dibuka melemah 0,52% ke level 5.757,17 dan terus terkoreksi 0,89% ke level 5.735,8 yang merupakan level terendah 8 Oktober 2018.

Investor di pasar saham tampaknya mulai khawatir merespons penyebaran virus corona yang makin meluas.

Di bursa domestik, saham-saham yang mengalami koreksi dalam antara lain, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,65%, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 2,75%, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,23%, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun 2,15% dan saham PT Menara Sarana Nusantara Tbk (TOWR) turun 1,72%.

Sejak awal tahun hingga Selasa kemarin, IHSG mencatatkan kinerja minus 8,87%. Bursa saham Tanah Air memang sedang dalam kondisi tak baik karena digempur oleh sentimen negatif dari eksternal maupun domestik.

Dari dalam negeri, kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merembet ke asuransi lain hingga ikut menyeret industri reksa dana bersama para manajer investasinya. Kasus ini sempat berbuntut pemblokiran sebanyak 800 sub-rekening efek yang diduga terkait dengan mega skandal korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Pelaku pasar sampai sekarang masih terus memantau kelanjutan dari mega skandal ini. Mereka was-was kalau kasus ini akan berdampak sistemik.

Selain sentimen dari dalam negeri yang memberikan tekanan pada bursa saham tanah air, sentimen negatif juga datang dari luar. Pasar saham global dibuat kebakaran merespons lonjakan kasus baru infeksi virus corona di luar China.

Hal tersebut sempat memantik aksi jual besar-besaran yang nilainya mencapai US$ 1,5 triliun atau setara dengan Rp 21.000 triliun (estimasi kurs Rp 14.000/US$) di bursa saham global pada perdagangan awal pekan ini.

Pagi tadi tiga indeks utama Wall Street yang sebelumnya terpangkas signifikan kembali harus terbenam di zona merah. Pada perdagangan Senin (24/2/2020) ketiga indeks utama Wall Street itu terpangkas lebih dari 3%.

Hal tersebut kembali terjadi pada perdagangan Selasa (25/2/2020) waktu setempat. Indeks S&P 500 ditutup melemah 3,03%, indeks Dow Jones Industrial terkoreksi 3,15%. Sementara indeks Nasdaq komposit turun 2,77%.

Tekanan yang dialami Wall Street juga merembet ke bursa Asia pagi ini. Bursa saham utama kawasan benua kuning pada pagi ini bergerak di zona merah.

Indeks Nikkei225 (Jepang) anjlok 1,77%, indeks Kospi (Korea Selatan) terpangkas 1,5%, indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 1,41%, indeks Shang Hai Composite (China) terkoreksi % dan indeks Straits Times turun 0,81%.

Pasar masih dibayangi oleh virus corona yang kini semakin meluas dan menebar ancaman terjadinya perlambatan ekonomi global. Virus mematikan ini kini telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang di lebih dari 39 negara dan juga merenggut nyawa lebih dari 2.700 orang. (hps/hps)

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan