Terpuruk Lawan Rupiah, Euro di Level Terlemah 3 Tahun

Terpuruk Lawan Rupiah, Euro di Level Terlemah 3 TahunEquityworld Futures -Nilai tukar euro melemah melawan rupiah pada perdagangan Senin (10/2/2020) kemarin, hingga menyentuh level terlemah nyaris 3 tahun terakhir. Mata uang 19 negara ini juga melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga ke level terlemah dalam 4 bulan terakhir.

Euro mengakhiri perdagangan Senin di Rp 14.935,79/EUR, melemah 0,16% di pasar spot melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang terlemah sejak Juni 2017.

Sepanjang tahun ini total euro sudah melemah lebih dari 4% di hadapan Mata Uang Garuda. Sementara pada hari ini, Selasa (11/2/2020), pukul 9:51 WIB, euro melemah 0,05%, di level Rp 14.928,96/EUR.

Sementara itu melawan dolar AS, euro melemah 0,31% ke US$ 1.0909 Senin, dan sejak awal tahun sudah merosot 2,7%. Sementara pagi ini, euro mampu menguat tipis 0,04% ke US$ 1,0913.

Kondisi ekonomi zona euro yang memburuk membuat euro terus tertekan. Terbaru Jumat pekan lalu, Destatis melaporkan produksi industri Negeri Panzer bulan Desember turun 3,5% month-on-month (MoM). Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam dalam satu dekade terakhir.

Analisis dari MUFG, Derek Halpenny mengatakan data ekonomi Jerman tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Presiden European Central Bank (ECB), Christine Lagarde, yang menyebut perekonomian zona euro mulai stabil.

“Data Jerman tidak konsisten dengan sebagian besar data sentimen yang menunjukkan perbaikan. Tetapi pernyataan politis ‘pemulihan sedang berlangsung’ kehilangan kredibilitasnya dengan cepat” kata Halpenny sebagaimana dilansir Reuters.

Selain itu, penyebaran virus corona masih menjadi isu utama pasar finansial hingga hari ini. Berdasarkan data dari ArcGis, total korban meninggal akibat virus corona kini menjadi 1.016 orang, dan telah menjangkiti lebih dari 43.000 orang di berbagi negara.

Pelambatan ekonomi kini menghantui pasar global, hasil riset S&P menunjukkan pertumbuhan ekonomi China bisa terpangkas 1,2% akibat virus corona.

Kala ekonomi China melambat, negara-negara lain tentunya juga akan terseret, sebabnya Negeri Tiongkok merupakan negara dengan nilai perekonomian terbesar kedua di dunia setelah AS.

Jerman sebagai motor penggerak ekonomi Eropa kembali terancam mengalami pelambatan ekonomi. Jerman merupakan negara berorientasi ekspor, sehingga ketika ekonomi China melambat, tingkat ekspor akan terpukul.

Perang dagang AS-China sudah menunjukkan bagaimana Jerman terpukul, bahkan sempat terancam mengalami resesi pada tahun lalu. Dampaknya, kurs euro terus merosot.

Sumber : cnbcindosesia.com

PT. Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan