The Fed Bawa Kabar Gembira, Rupiah Ikut Bahagia

Suasana Kawasan penukaran uang lusuh di Area Gedung Bank Indonesia,  Jakarta,  Kamis (1/2/2018). CNBC Indonesia/Muhammad SabkiPT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Hasil rapat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) menjadi sentimen positif bagi mata uang Tanah Air.
Pada Kamis (17/12/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.090 kala pembukaan perdagangan pasar spot. Sama persis dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya atau stagnan.

Namun tidak lama kemudian rupiah langsung menguat. Pada pukul 09:04 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.080 di mana rupiah menguat 0,07%.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot di Rp 14.090, sama persis dengan hari sebelumnya alias stagnan. Ini membuat rupiah gagal menguat selama tiga hari beruntun.

Namun hari ini sulit mengahalangi rupiah untuk melaju dengan nyaman di jalur hijau. Pasalnya, sentimen eksternal maupun domestik sedang suportif bagi penguatn Ibu Pertiwi.

Dari sisi eksternal, dini hari tadi komite pembuat kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) mengumumkan hasil rapat edisi Desember 2020. Seperti yang sudah diduga, Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 0-0,25%, terendah dalam sejarah.
Di samping itu, The Fed membawa dua kabar lain. Satu, The Fed merevisi proyeksi sejumlah indikator perekonomian Negeri Paman Sam. Bukan sembarang revisi, tetapi ke arah yang lebih baik.

Misalnya, pertumbuhan ekonomi AS pada 2020 kini diperkirakan -2,4%. Membaik dibandingkan proyeksi edisi September 2020 yang -3,7%. ‘Ramalan’ angka pengangguran juga membaik menjadi 6,7% dari sebelumnya 7,8%.

Untuk 2021, proyeksi pertumbuhan ekonomi terbaru The Fed berada di 4,2%, lebih baik dibandingkan perkiraan September 2020 yang sebesar 4%. Sementara angka pengangguran tahun depan diperkirakan 5%, turun dari proyeksi sebelumnya yaitu 5,5%.

Angka-angka ini menggambarkan bahwa pemulihan sosial-ekonomi di Negeri Adidaya lebih baik ketimbang perkiraan sebelumnya. Ini tentu kabar yang sangat baik, bukan hanya buat AS tetapi juga seluruh dunia.

Maklum, AS adalah negara konsumen terbesar di dunia. Jika permintaan AS pulih seiring ekonomi yang terus membaik, maka kinerja ekspor negara-negara lain akan ikut terangkat, tidak terkecuali Indonesia.

Dua, memang betul ekonomi AS sudah jauh membaik sejak menyentuh titik nadir pada kuartal II-2020. Akan tetapi pemulihan itu belum stabil, masih sangat rapuh.
“Sebagian sektor ekonomi masih ringkih, seperti jasa yang memang bergantung kepada kontak antar-manusia. Pelemahan sektor ini bukan karena kondisi pasar keuangan, tetapi penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19),” kata Powell dalam konferensi pers usai rapat, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Meski begitu, The Fed tetap berkomitmen untuk memberikan segala daya dan upaya sampai ekonomi AS betul-betul sehat. Hingga itu terjadi, The Fed akan terus menggelontorkan likuiditas ke perekonomian, salah satunya melalui pembelian obligasi. Saat ini The Fed punya program pembelian obligasi pemerintah senilai US$ 120 miliar per bulan.

“Kami tetap melanjutkan program pembelian obligasi hingga terlihat ada perbaikan ekonomi yang substansial ke arah penciptaan lapanga kerja maksimal dan inflasi menuju target 2%,” sebut keterangan tertulis FOMC.

Saat The Fed terus memborong obligasi pemerintah, maka pasokan dolar AS bakal membanjir. Ini tentu membuat dolar AS semakin tidak berharga, karena pasokannya melimpah.

Pada pukul 07:43 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) terkoreksi 0,03%. Dalam sebulan terakhir, indeks ini anjlok lebih dari 2%. Dengan tekanan yang terus menghinggapi dolar AS, peluang penguatan rupiah sangat terbuka.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar (dan seluruh rakyat Indonesia) sepertinya masih larut dalam euforia akibat pengumuman Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin. Kepala Negara memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk mengamankan anggaran pengadaan vaksin agar bisa dinikmati secara gratis.
“Saya menginstruksikan dan memerintahkan kepada Menteri Keuangan untuk memprioritaskan dan merealokasi dari anggaran lain terkait ketersediaan dan vaksinasi secara gratis ini sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin. Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama divaksin pertama kali. Hal ini utk memberikan kepercayaan dan keyaknan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman,” jelas Jokowi.

Harapan hidup bisa kembali normal dengan kehadiran vaksin (apalagi gratis) berhasil mendongkrak kepercayaan diri pelaku pasar. Investor yang sempat bermain aman kini berani keluar dari ‘sarang’ dan berburu aset-aset berisiko di pasar keuangan Indonesia sehingga rupiah nyaman melenggang di jalur hijau

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan