Equityworld – Kurs dollar AS berbalik menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Bank sentral AS melukiskan gambaran yang relatif positif untuk perekonomian. “Pasar tenaga kerja terus menguat dan … kegiatan ekonomi telah terus berkembang pada kecepatan yang moderat,” Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis Rabu sore.

The Fed juga mengakui meningkatnya sentimen konsumen dan bisnis menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.

Para analis percaya bahwa penilaian ekonomi positif menunjukkan bahwa bank sentral akan berada di jalur untuk menaikkan suku bunga di waktu mendatang.

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Desember, yang pertama dan hanya sekali pada 2016, serta mengindikasikan laju kenaikan suku bunga lebih cepat pada 2017.

Di sisi ekonomi, lapangan kerja sektor swasta AS meningkat 246.000 pekerjaan dari Desember 2016 ke Januari 2017, jauh di atas konsensus pasar 168.000, kata Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP Januari pada Rabu.

Indeks pembelian manajer (PMI) Januari datang di 56 %, meningkat 1,5 %tase poin dari angka Desember disesuaikan secara musiman di 54,5 %, menurut Institute for Supply Management (ISM), Rabu.

Indeks dollar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,07 % menjadi 99,580 pada akhir perdagangan Rabu (1/2).

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,0779 dollar dari 1,0801 dollar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2673 dollar dari 1,2580 dollar di sesi sebelumnya. Dollar Australia naik ke 0,7587 dollar dari 0,7584 dollar.

Dollar AS dibeli 112,97 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,76 yen pada sesi sebelumnya. Dollar menguat menjadi 0,9918 franc Swiss dari 0,9888 franc Swiss, dan bergerak naik ke 1,3052 dollar Kanada dari 1,3025 dollar Kanada. (sumber: kontan.co.id)

PT Equityworld