Equityworld Futures Medan – Satu truk menabrak sebuah pasar Natal di pusat kota Berlin, Jerman, menewaskan sembilan orang dan melukai sejumlah lainnya.

Polisi menduga penabrakan itu merupakan serangan yang disengaja.

Video dari tempat kejadian memperlihatkan kios-kios yang ambruk dan beberapa orang yang cedera tampak terbaring di jalan.

Laporan-laporan menyebutkan supirnya sudah ditangkap sementara seorang penumpan truk tewas.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, sudah melakukan pembicaraan dengan Menteri Dalam Megeri dan Wali Kota Berlin, seperti disampaikan juru bicaranya, Steffen Seibert, lewat Twitter.

“Kami berduka atas korban jiwa dan berharap banyak yang cedera mendapat bantuan,” tambah Seibert.

Sementara Presiden Jerman, Joachim Gauck, mengatakan lewat pernyataannya: “Hal ini sebagai malam yang menyedihkan bagi Berlin dan negara kami.”

Kantor berita DPA melaporkan menurut polisi truk tersebut menerobos masuk antara 50 hingga 80 meter ke dalam pasar yang terjadi pukul 20:14 waktu setempat.

“Kami menyelidikinya apakah merupakan serangan teror namun saat ini kami tidak tahu hal yang berada di belakangnya,” kata seorang juru bicara polisi kepada kantor berita AFP.

“Seorang sudah ditahan. Gerbong truk ditemukan kosong.”

Pasar Natal tersebut berada tak jauh dari Kurfuerstendamm, jalanan pusat pertokoan utama di sebelah barat Berlin.

Kepolisian Berlin sudah meminta agar para warga menghindari kawasan itu dan tetap berada di dalam rumah sementara sebuah halaman sudah diterbitkan di Facebook untuk mengetahui keberadaan keluarga atau teman yang kebetulan berada di sekitar tempat kejadian.

Seorang saksi mata warga Inggris, Mike Fox, mengatakan kepada kantor berita The Associated Press, AP, bahwa dia selamat tidak ditabrak dengan selisih jarak sekitar 3 meter ketika truk menerobos ke dalam pasar.

“Itu jelas disengaja,” kata pria asal Birmingham tersebut.

Dia ikut membantu beberapa korban cedera, antara lain orang yang menderita patah tulang, sedang sebagian orang tertimpa reruntuhan kios Natal.

Insiden ini mengigatkan pada serangan truk saat peringatan Hari Bastille di kota Nice, Prancis, pada 14 Juli lalu yang menewaskan 86 orang. Kelompok militan Negara Islam atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di Nice tersebut.

Sumber: BBC

Equity World