Tujuh Belas Orang Tewas Saat Banjir di Utara dan Selatan CarolinaEquityworld Futures Medan : Korban tewas akibat banjir di negara bagian AS sebelah Utara dan Selatan Carolina sekarang telah meningkat menjadi 17 orang, seperti yang dikatakan oleh pihak berwenang.

Di Carolina Selatan telah terjadi 15 kematian karena masalah yang berhubungan dengan cuaca, enam dari mereka tewas akibat dari banjir menyapu kendaraan.

Selasa adalah hari pertama kering di Columbia, ibukota Carolina Selatan, sejak 24 September lalu, tetapi masih jauh dari pemulihan.

Pihak berwenang telah memberikan peringatan pada warga bahwa kemungkinan masih akan dilakukan evakuasi.

Massa dari banjir yang mengalir menuju laut, melongsorkan bendungan dan menyebabkan korban jiwa.

“Tuhan tersenyum pada Carolina Selatan karena telah matahari keluar,” kata Gubernur Carolina Selatan Nikki Haley.

Itu adalah pertanda baik, tambahnya tapi dengan catatan tetap harus waspada.

“Kami akan sangat berhati-hati. Kami mengamati setiap menitnya.”

Orang ke 15 yang tewas dalam banjir di Carolina Selatan bernama Sampson Pringle yang berusia 30 tahun.

Tubuhnya ditemukan dari danau pada Selasa pagi.

Sebelumnya pada hari itu, koroner mengidentifikasi seorang pria yang ditemukan tenggelam di dalam mobil di identifikasi sebagai Richard Nelson Milroy, 82 tahun dan tinggal di Columbia.

Di Charleston, jalan-jalan ditutup dan karung pasir yang menumpuk untuk menjaga banjir yang meluap.

Air bersih untuk diminum masih sulit didapatkan sampai pada hari Selasa ini, dengan 40.000 rumah kekurangan air minum di Columbia dan 375.000 warga lain diberitahu untuk merebus air sebelum menggunakannya.

Hujan deras di Carolina diperparah oleh sistem cuaca yang dapat terhubung dengan badai Joaquin di karibia.

Satu stasiun cuaca di Columbia mencatat tingkat curah hujan sebesar 17 inci (43cm) pada hari Minggu kemarin.

Presiden Barack Obama telah menyatakan keadaan darurat di Carolina Selatan, yang memungkinkan bagi otoritas negara bagian dan lokal untuk menerima dana federal sebagai bantuan banjir.

Sumber: Bloomberg