Kalau negara-negara anggota tidak menerima bagian mereka yang adil untuk penampungan pengungsi, negara-negara tersebut dapat dikenakan ‘ganjaran’ bulan depan dari badan pemerintah Uni Eropa, kata Wakil Presiden Komisi Eropa, Frans Timmermans, hari Rabu (8/2).

Ketika berbicara dalam jumpa pers, Timmermans mengatakan ia masih berharap œtekanan sesama negara anggota dapat membujuk para pemimpin negara-negara Uni Eropa untuk menerima sebagian dari ke-160 ribu pengungsi yang sekarang terkatung-katung di Italia dan Yunani, walaupun ia tidak menutup kemungkinan menghukum negara-negara kalau tidak ada kemajuan tercapai sebelum bulan depan.

œKomisi mungkin akan memulai prosedur ganjaran dan kami pasti akan mempertimbangkannya, katanya.

Timmermans mengatakan sangatlah tidak adil bagi Yunani dan Italia memikul beban yang berlalu berat sementara negara-negara lain belum menampung sedikitpun pengungsi.

Ke-160 ribu pengungsi itu tadinya diperkirakan akan tertampung di negara-negara Uni Eropa lain sebelum September, tetapi sebegitu jauh hanya kira-kira 12 ribu telah keluar dari kedua negara Laut-Tengah itu.

Uni Eropa menyepakati persetujuan kuota pengungsi bulan September tahun 2015 setelah pertentangan selama berbulan-bulan dan tentangan kuat beberapa negara Eropa tengah yang memandang pembagian itu sebagai serangan terhadap kedaulatan mereka.

Sumber: voaindonesia

Equityworld Futures Medan