Vietnam didesak para legislator Eropa untuk memperbaiki catatan HAM-nya sebelum meratifikasi kesepakatan perdagangan bebas Uni Eropa. Negara komunis itu sangat membutuhkan kesepakatan tersebut setelah gagal memperoleh kesepakatan besar yang baru-baru ini dibatalkan Amerika Serikat.

Para anggota parlemen Eropa menyuarakan keprihatinan mereka akhir Februari setelah sebuah Subkomisi Urusan HAM Eropa melawat ke negara di Asia Tenggara itu. Subkomisi itu merekomendasikan perlunya perdebatan lebih jauh mengenai hak politik dan kebebasan berpendapat dan beragama di negara itu.

Ketua subkomisi itu mengatakan, bila Vietnam tidak memenuhi persyaratan HAM Eropa, ratifikasi kesepakatan perdagangan akan sulit diwujudkan. Pemerintah Vietnam belum menanggapi pernyataan itu.

Kesepakatan,yang ditandantangani Desember 2015 dan mulai berlaku tahun depan, harus disetujui Parlemen Eropa dan lembaga legislatif negara-negara angota. Ketika para legislator Belgia menjabarkan kesepakatan itu Januari lalu, banyak pihak meragukan situasi sosial dan ekonomi Vietnam.

Vietnam adalah anggota Kemitraan Trans-Pasifik atau TPP, yang akan menurunkan tarif impor di Jepang dan AS, Kesepakatan itu secara efektif tidak lagi berlaku setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS mundur dari kesepakatan tersebut Januari lalu.

Sumber : VOA

PT.Equityworld