Wall Street Ngamuk! IHSG Berpotensi Melaju ke 5.000

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (30/6/20) ditutup terapresiasi tipis sebesar 0,07% di level 4.905,39.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 467 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 6,9 triliun.

Sentimen terbaru di awal Juli ini yakni, saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatatkan kenaikan pada hari Selasa (30/6/2020). Hal itu dikarenakan rata-rata indeks utama mencatatkan kinerja kuartalan terbaiknya dalam beberapa dekade.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 217,08 poin atau 0,9%, ditutup menjadi 25.812,88. Sementara S&P 500 melonjak 1,5% menjadi 3.100,29 dan Nasdaq Composite naik 1,9% menjadi 10.058,77. Rata-rata indeks utama mencapai level tertinggi mereka hanya kurang dari satu jam sebelum perdagangan berakhir.

Analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, mengungkapkan kenaikan DJIA didorong naiknya harga saham emiten besar seperti Fedex naik 9% akibat menggembirakannya data laba atau earning dan pendapatan (revenue) di akhir perdagangan kuartal 2/2020, sehingga di sepanjang kuartal II-2020 DJIA menguat sebesar 17,8%.

Hal ini merupakan suatu pencapaian kuartalan terbaik sejak tahun 1987 di tengah serangan pandemi Covid-19 dan diberlakukannya lockdown.

Kenaikan DJIA ini berpotensi menjadi sentimen positif untuk perdagangan di awal kuartal III/2020 di tengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Covid-19.

Sementara itu, di AS jumlah kasus harian akan bertambah 2x lipat jika situasi dan kondisi tidak berubah. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, kemarin mengatakan bahwa korban baru karena wabah virus corona dapat meningkat menjadi 100.000 per hari, dan akan naik dari level saat ini yang di mana berkisar 40.000.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan dengan peningkatan jumlah kasus yang tinggi di Amerika, Wapres AS Mike Pence mengatakan kepada masyarakat di AS bahwa pemerintah telah siap lebih dari sebelumnya untuk membuka perekonomian.

Hal ini menunjukkan bahwa Amerika melakukan pembukaan perekonomian tanpa persiapan. Hal tersebut justru akan menekan perekonomian secara perlahan.

Sementara itu, menurut Reliance Sekuritas, Amerika akan membutuhkan lebih banyak sokongan untuk ekonominya karena tanda-tanda krisis masih akan terlihat.

Gubernur The Fed, Jerome Powell juga mengungkapkan bahwa pengendalian virus Covid-19 saat ini menjadi sangat penting dengan mulai reboundnya perekonomian.

Dari segi teknikal, sekuritas ini menyebutkan indikator Stochastic terlihat menjenuh mendekati area oversold (jenuh jual) dengan momentum indikator RSI yang bergerak flat (mendatar) pada area middle oscillator.

Dengan demikian, diperkirakan IHSG akan kembali bergerak mencoba tutup pada zona positif melanjutkan pergerakan tren jangka menengahnya hingga pengujian resistance (batas atas) psikologis, dengan support (batas bawah) di 4.879 dan resisten di 5.000.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan