Mohon Bersabar, Ini Ujian! Harga Emas Antam Drop Lagi

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan-Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam kembali turun pada perdagangan Selasa (25/8/2020). Harga emas dunia yang masih bergerak dengan volatilitas tinggi tetapi dalam tren menurun, turut menyeret harga emas Antam.

Melansir data dari situs logammulia.com, harga emas batangan dengan berat 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.021.000/batang, turun Rp 2.000 atau 0,2% dibandingkan kemarin. Logam mulia ini mulai turun sejak Kamis pekan lalu, jika dibandingkan dengan harga pada hari Rabu (19/8/2020) Rp 1.058.000/batang, emas Antam sudah turun 3,5%.

Sementara harga emas batangan dengan berat 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini dibanderol Rp 96.512.000/batang atau Rp 963.120/gram.

Harga emas dunia pada perdagangan Senin kemarin melemah 0,36% ke US$ 1.932,44/troy ons. Meski pelemahannmya tidak terlalu besar, tetapi menegaskan kesulitan yang dihadapi emas untuk kembali pada tren penguatan.

Salah satu pemicu pelemahan emas yakni bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) yang terus menguat, bahkan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks S&P 500 untuk pertama kalinya mengakhiri perdagangan di atas level 3.400.

Wall Street yang terus menguat mengabaikan fakta Negeri Paman Sam sedang bergelut dengan penyakit akibat virus corona (Covid-19) yang membuat perekonomiannya masuk ke jurang resesi. Pemulihan ekonomi pun diprediksi akan berjalan dengan lambat.

Kala bursa saham menguat, artinya sentimen terhadap risiko pelaku pasar sedang bagus-bagusnya, sehingga daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) menjadi memudar.

Melansir Kitco, beberapa analis menyebut emas kini masuk fase konsolidasi. Namun, analis-analis tersebut juga melihat fase konsolidasi ini merupakan koreksi sehat emas setelah terbang tinggi di tahun ini, dan bagus untuk outlook penguatan emas jangka panjang.

Fase konsolidasi artinya emas akan bergerak naik turun dalam rentang harga tertentu dalam beberapa waktu lamanya. Pada satu titik, fase konsolidasi dapat memicu pergerakan besar jika menembus batas atas atau bawah fase konsolidasi.

Selain penguatan Wall Street, Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank mengatakan dolar AS yang perlahan kembali menguat akan menjadi faktor penekan harga emas yang signifikan dalam jangka pendek.

“Kami melihat posisi jual (short) dolar AS ada di level ekstrim dan posisi tersebut saat ini mulai menurun. Hal itu membuat posisi bullish emas juga akan menurun dalam jangka pendek,” kata Hansen sebagaimana dilansir Kitco, Minggu (23/8/2020).

Indeks dolar AS kemarin menguat tipis 0,04% ke 93,298, meski tipis tetapi semakin menjauhkannya dari level terlemah dalam lebih dari 2 tahun 92,127 yang disentuh pada Senin pekan lalu.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan