Equityworld_MedanMinyak West Texas Intermediate (WTI) berayun antara keuntungan dan kerugian setelah stok minyak mentah mengalami penurunan tajam dalam lima minggu terakhir di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Minyak jenis Brent stabil di London.

Kontrak berjangka untuk Oktober stagnan di New York setelah naik 0,6% kemarin. Persediaan minyak mentah menyusut sebesar 4.470.000 barel menjadi 362.500.000 pekan lalu, Administrasi Informasi Energi (EIA) melaporkan kemarin. Persedian diperkirakan turun sebanyak 1,75 juta, menurut survei Bloomberg News. Anggota parlemen Jerman dan Italia menyetujui pasokan senjata untuk pasukan Kurdi di Irak guna memerangi militant Islam di utara negara itu.

Minyak WTI untuk pengiriman Oktober berada di level $ 93,43 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun 2 sen, jam 11:37 pagi waktu Sydney. Kontrak September berakhir kemarin setelah naik ke level $ 1,59  menjadi $ 96,07. Volume semua kontrak berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 23% di bawah rata-rata 100 hari. Harga telah turun 5,1% tahun ini.

Minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober adalah 19 sen lebih rendah berada pada level $ 102,09 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Acuan minyak mentah Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 8,69 dibanding WTI. Selisih di akhir perdagangan kemarin sebesar $8,83 kemarin, yang terluas sejak 19 Juni.

Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, dari titik pengiriman untuk WTI berjangka dan pusat penyimpanan minyak AS, meningkat sebesar 1,76 juta barel menjadi 20,2 juta sampai 15 Agustus, menurut EIA, Energy Department statistical. Itu merupakan kenaikan mingguan ketiga.(yds)

Sorce: Bloomberg