Equityworld_MedanMinyak mentah WTI (West Texas Intermediate) mencatat penurunan mingguan akibat penyulingan AS mengurangi tingkat operasi pada akhir periode puncak permintaan bensin di AS. Sementara Brent stabil di London.

Kontrak berjangka minyak mentah stagnan di New York, menuju penurunan mingguan sebesar 1.5%. Operasi penyulingan sebesar 93.3% dari kapasitas pekan lalu, turun 0.2% poin, hal tersebut menurut EIA (Energy Information Administration). Pemrosesan pabrikan menjadwalkan pemeliharaan selama September dan Oktober mendatang setelah transisi mereka untuk membuat bahan bakar pada msuin dingin. Sementara output minyak mentah Libya stabil sebesar 725,000 barel per hari, menurut National Oil Corp.

WTI untuk pengiriman Oktober berada pada level $94.54 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik sebesar 9 sen pukul 11:28 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak tergelincir sebesar 1.15 ke level $94.45.Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 44% dibawah 100 hari rata-rata.

Kemarin Brent untuk penyelesaian Oktober turun sebesar 6 sen pada level $101.77 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Acuan minyak mentah Eropa lebih tinggi sebesar $7.27 dibanding WTI. Kemarin ditutup dengan selisih sebesar $7.38.

Selama sepekan terakhir hingga 29 Agustus lalu pasokan minyak mentah AS turun sebesar 905,000 barel, menurut EIA kemarin. Pasokan diperkirakan turun sebesar 1 juta barel, menurut perkiraan rata-rata dari 10 survei analis oleh Bloomberg News. (bgs)

Sumber : Bloomberg