Equityworld_MedanWest Texas Intermediate diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam hampir satu pekan terakhir karena menurunnya tingkat cadangan minyak mentah di AS, sementara minyak mentah jenis Brent stabil di London.

Kontrak berjangka stagnan di New York pasca kemarin naik sebesar 1,4 persen. Sementara pasokan minyak mentah turun sebesar 4,27 juta barel ke level 358 juta pada pekan lalu, menurut data Administrasi Informasi Energi. Menurut survei Bloomberg News memperkirakan keuntungan sebesar 750.000 barel. Menurut informasi dari Pentagon pesawat tempur AS dan Arab menyerang kilang minyak kecil di Suriah timur yang sudah dikuasai oleh ekstrimis Negara Islam (ISIS).

WTI untuk pengiriman November berada di level $ 92,74 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun sebesar 6 sen, pukul 02:00 siang waktu Singapura. Kontrak tersebut naik sebesar $ 1,24 bergerak menuju ke level harga $ 92,80 kemarin, yang merupakan level penutupan tertinggi sejak 18 September kemarin. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 37 persen di bawah RSI 100 hari dengan penurunan harga tahun ini sebesar 5,8 persen.

Sementara Brent untuk pengiriman November berada sebesar 11 sen lebih rendah pada level $ 96,84 per barel pada ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Sedangkan minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan lebih tinggi di level $ 4,10 dibandingkan WTI. Penutupan spread kemarin berada di level $ 4,15, merupakan level terendah sejak 15 September kemarin. (vck)

Sumber: Bloomberg