Equityworld_MedanWest Texas Intermediate berayun antara keuntungan dan kerugian jelang data persediaan yang mungkin menandakan kekuatan permintaan bahan bakar di AS, sebagai konsumen minyak terbesar di dunia. Sementara brent stabil di London.

Kontrak berjangka stagnan di New York pasca naik sebesar 0,8 persen kemarin. Stok minyak mentah mungkin meningkat sebesar 750.000 barel pekan lalu sampai 363 juta, menurut survei Bloomberg News jelang rilis laporan dari Administrasi Informasi Energi hari ini. Arab Saudi dan Qatar adalah salah satu negara yang tergabung dalam gelombang pertama serangan udara yang dipimpin oleh AS di Suriah melawan Negara Islam (ISIS).

WTI untuk pengiriman November berada di level $ 91,55 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, WTI turun sebesar 1 sen, pukul 11:41 siang waktu Sydney. Kontrak tersebut naik sebesar 69 sen ke level $ 91,56 kemarin. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 40 persen di bawah RSI 100 hari. Harga WTI telah turun 7 persen pada tahun ini.

Brent untuk pengiriman November sebesar 19 sen lebih rendah di bandingkan $ 96,66 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan lebih tinggi sebesar $ 5,12 di bandingkan WTI. Selisih tersebut ditutup sebesar $ 5,29 kemarin, merupakan yang paling rendah dalam sepekan terakhir. (vck)

Sumber: Bloomberg