Equityworld_MedanSaham rumah tangga Jepang menguat terkait spekulasi yen akan melemah karena Federal Reserve AS memutar kembali stimulus moneternya bahkan para analis memperkirakan tindakan lebih lanjut oleh Bank of Japan (BOJ), memperlebar bond-yield gap terhadap kedua negara.

Sementara Investor individu Jepang berspekulasi yen akan turun terhadap mata uang utama termasuk dolar melebihi spekulasi yang akan menguat ke level557.000 kontrak pada pekan lalu yang berakhir 22 Juli, terbesar sejak Oktober 2011 lalu, menurut marjin data perdagangan Tokyo Financial Exchange Inc.’s Click365. Dalam dua tahun terakhir obligasi AS di tawarkan lebih tinggi di angka 48 basis poin di atas obligasi pemerintah Jepang pada tanggal 30 Juli kemarin, terbesar sejak April 2011 lalu.

Debt-yield gap antara AS dan Jepang semakin melebar terkait The Fed untuk mengakhiri pembelian obligasi pada bulan Oktober sementara sebagian besar ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan BOJ akan meningkatkan stimulus tahun ini atau tahun berikutnya. Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mencoba pada bahan bakar risk appetite dalam perekonomian dunia ketiga terbesar untuk mendukung pertumbuhan, kepemilikan aset saham rumah tangga Jepang di luar negeri telah naik terbesar sejak Juni 2012 lalu, menurut data bank sentral. (vck)

Sumber: Bloomberg